Jakarta – Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memanas setelah Trump membuat klaim kontroversial dalam wawancara dengan stasiun TV Italia, La7.
Dalam wawancara tersebut, Trump mengaku bahwa Meloni “memohon” (begged) untuk berfoto bersama dirinya di sela-sela KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis. Ia bahkan menambahkan kalimat sinis, “Saya kasihan padanya.”
Pernyataan itu sontak membuat Meloni bereaksi keras. Dalam unggahan Instagram yang dilihat oleh tujuh juta pengikutnya, ia mengaku “sangat terkejut” dan menyebut klaim Trump sepenuhnya “bohong” (made-up). “Saya tidak tahu kenapa Presiden AS bersikap seperti ini terhadap sekutu. Satu hal yang harus dia ingat: Saya dan Italia tidak pernah memohon,” tegas Meloni.
Kemarahan Italia tidak berhenti di situ. Menteri Luar Negeri Antonio Tajani langsung membatalkan rencana kunjungannya ke AS awal pekan depan sebagai bentuk protes diplomatik. Presiden Italia Sergio Mattarella pun menelepon Meloni untuk menyatakan dukungan penuh.
Analisis Dampak: Insiden ini menunjukkan keretakan serius antara Trump dan sekutu Eropa. Sebelumnya, Meloni adalah satu-satunya pemimpin Uni Eropa yang hadir di pelantikan Trump pada Januari 2025 dan dianggap sebagai jembatan antara AS dan Eropa. Namun, hubungan memburuk sejak Trump memulai perang dagang dengan Iran—yang ditentang keras Italia. Sikap Trump yang meremehkan sekutu justru kontras dengan sikapnya yang disebut Meloni “lebih akomodatif terhadap musuh AS.” Hal ini bisa memperlemah posisi diplomatik AS di Eropa dan memperkuat persepsi bahwa Trump tidak bisa diandalkan sebagai mitra.