GEMPURAN PASAR! INDIA SIAP SABLON DOMINASI TEKSTIL INGGRIS - Berita Dunia
← Kembali

GEMPURAN PASAR! INDIA SIAP SABLON DOMINASI TEKSTIL INGGRIS

Foto Berita

Jakarta - Kesepakatan dagang bersejarah antara India dan Inggris resmi berlaku pada Rabu (hari ini), membuka babak baru persaingan di pasar tekstil dan minuman keras. Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) ini disebut-sebut sebagai yang terbesar bagi Inggris sejak keluar dari Uni Eropa, dengan potensi menambah produk domestik bruto (PDB) Inggris sebesar 0,13% atau setara £4,8 miliar, dan India sebesar 0,06% atau £5,1 miliar per tahun dalam jangka panjang.

Salah satu sektor yang paling diuntungkan adalah tekstil rumah tangga. Raksasa garmen India, Welspun Living—pemasok resmi handuk untuk turnamen tenis Wimbledon—sudah bersiap-siap memanfaatkan momentum ini. CEO Welspun Living, Dipali Goenka, mengungkapkan banyak klien ritel besar Inggris mulai mengunjungi India untuk menyusun peta bisnis jangka panjang. "Biasanya perencanaan bersama seperti ini hanya kami lakukan untuk pelanggan di AS, tapi sekarang dengan adanya kesepakatan ini, klien Inggris pun mulai melakukannya," ujar Goenka kepada BBC.

Selama ini, India berada dalam posisi kurang menguntungkan dibanding Bangladesh dan Pakistan yang sudah menikmati bea masuk nol persen ke Inggris melalui Skema Perdagangan Negara Berkembang. Akibatnya, pangsa pasar tekstil rumah tangga India di Inggris hanya 6-7%, jauh tertinggal dari Pakistan yang mencapai 55%. "Itulah celah yang akhirnya bisa kami tutup," tegas Goenka. Dengan penghapusan tarif 12% untuk produk India, ekspor tekstil ke Inggris diproyeksikan tumbuh dua digit.

Tak hanya tekstil, sektor minuman keras juga ikut bergolak. Bea masuk wiski Skotlandia yang semula mencapai 150% langsung dipangkas drastis menjadi 75%, dan akan terus diturunkan bertahap hingga 40% dalam 10 tahun ke depan. Avneet Singh dari Modern Drinks Pvt Ltd menyebut langkah ini sebagai "pergeseran nyata, bukan sekadar penyesuaian kecil." Meski saat ini pihaknya masih dalam tahap persiapan operasional—seperti mengurus sertifikat asal barang dan logistik—Singh optimistis perubahan besar akan terlihat begitu para pengusaha merasakan langsung penghematan biaya impor.

Analisis: Ancaman atau Peluang bagi RI?

Kesepakatan ini menjadi tamparan keras bagi eksportir tekstil Indonesia yang selama ini bersaing ketat dengan India di pasar Eropa. Dengan hilangnya hambatan tarif, India kini memiliki daya saing lebih tinggi dibanding produk Indonesia yang masih dikenakan bea masuk. Jika Indonesia tidak segera merampungkan perjanjian dagang serupa dengan Inggris atau Uni Eropa, pangsa pasar produk garmen dan tekstil nasional berpotensi tergerus. Di sisi lain, kabar baiknya, permintaan bahan baku seperti kapas dan benang dari India diperkirakan meningkat, yang bisa dimanfaatkan oleh pemasok Indonesia di hulu industri.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook