FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada tiga sosok penting di kubu Timnas Mesir. Pelatih kepala Hossam Hassan dilarang mendampingi tim selama tiga pertandingan, sementara penyerang Mostafa Zico mendapat hukuman lebih berat, yakni larangan bermain lima laga. Tidak hanya itu, manajer tim yang juga saudara kembar Hossam, Ibrahim Hassan, turut kena getahnya dengan skorsing tiga pertandingan.
Hukuman ini buntut dari kritik pedas mereka terhadap kinerja wasit usai Mesir tersingkir dari Piala Dunia. Dalam laga 16 besar melawan Argentina di Atlanta, Mesir harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-3 setelah sempat unggul dua gol. Kekalahan itu memicu kemarahan karena beberapa keputusan kontroversial, termasuk gol Zico yang dianulir VAR dan insiden tarikan kaus di kotak penalti yang tidak diganjar penalti.
Hossam Hassan sebelumnya melontarkan pernyataan keras bahwa timnya telah 'dicurangi' dan diperlakukan tidak adil. Meski begitu, Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) tidak tinggal diam. Mereka telah mengajukan permintaan resmi kepada Komite Disiplin FIFA untuk mendapatkan rincian alasan hukuman tersebut dan berencana mengajukan banding setelah mengkaji aspek legalnya.
Dampak dari sanksi ini cukup signifikan bagi Mesir. Hossam dan Ibrahim dipastikan absen saat tim menghadapi Malawi di Kualifikasi Piala Afrika pada November mendatang, serta laga perdana di jendela internasional Maret. Sementara itu, Zico baru bisa kembali memperkuat tim pada Juni tahun depan. Insiden ini juga menyoroti ketatnya pengawasan FIFA terhadap protes terhadap wasit, terutama di ajang sebesar Piala Dunia, di mana integritas officiating menjadi sorotan utama.