Situasi di Lebanon selatan kian memanas setelah sebuah video mengejutkan beredar luas. Rekaman itu memperlihatkan detik-detik mengerikan ketika pasukan Israel menghancurkan menara masjid di daerah Khiam, Lebanon selatan, hingga rata dengan tanah.
Israel mengklaim tindakan ini adalah bagian dari upayanya memerangi kelompok militan Hezbollah. Namun, insiden penghancuran menara masjid ini bukan yang pertama dan memicu kecaman keras. Aksi tersebut menambah daftar panjang tuduhan bahwa Israel berupaya secara paksa mengosongkan seluruh wilayah selatan Lebanon dari penduduknya.
Faktanya, data menunjukkan lebih dari satu juta warga sipil sudah terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat eskalasi konflik di kawasan tersebut. Penghancuran bangunan sipil, apalagi fasilitas keagamaan, jelas merupakan pelanggaran serius terhadap hukum perang internasional dan bisa memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah ada.
Dampak dari tindakan ini bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga memicu kebencian, ketidakpercayaan, dan destabilisasi lebih lanjut di wilayah yang sudah sangat rentan konflik. Pertanyaan besar muncul: apakah target militer harus berarti penghancuran situs-situs penting masyarakat sipil? Insiden ini menambah desakan bagi komunitas internasional untuk bertindak meninjau operasi Israel di Lebanon selatan.