TRAGEDI FILIPINA: KAPAL FERI TENGGELAM, PULUHAN HILANG DI LAUT! - Berita Dunia
← Kembali

TRAGEDI FILIPINA: KAPAL FERI TENGGELAM, PULUHAN HILANG DI LAUT!

Foto Berita

Sebuah kapal feri yang mengangkut lebih dari 350 orang dilaporkan terbalik di lepas pantai Provinsi Basilan selatan Filipina. Tragedi ini menewaskan sedikitnya delapan orang dan membuat puluhan lainnya hilang, memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran yang masih berlangsung.

Insiden nahas ini terjadi setelah tengah malam pada hari Senin, saat MV Trisha Kerstin 3, nama kapal feri penumpang tersebut, sedang dalam perjalanan menuju Pulau Jolo di Provinsi Sulu selatan. Kapal itu diketahui bertolak dari kota pelabuhan Zamboanga. Menurut data Penjaga Pantai Filipina (PCG), kapal tersebut membawa 332 penumpang dan 27 awak kapal.

Komandan Penjaga Pantai Romel Dua dari Distrik Mindanao Selatan mengonfirmasi kepada radio DZBB bahwa 215 orang telah berhasil diselamatkan dan tujuh jenazah ditemukan. Namun, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlanjut untuk 144 orang lainnya yang dilaporkan hilang. Wali Kota Basilan, Arsina Laja Kahing-Nanoh, melalui akun Facebook-nya, menyatakan setidaknya "delapan korban jiwa telah terkonfirmasi" akibat tenggelamnya feri tersebut. Ia juga mengunggah video yang memperlihatkan petugas penjaga pantai menyelamatkan beberapa orang dan mengevakuasi jenazah dari air ke kapal.

Kondisi cuaca buruk dan gelapnya malam menjadi hambatan serius bagi tim pencarian dan penyelamatan. Ronalyn Perez, responden darurat Basilan, melaporkan kepada AFP bahwa setidaknya 138 orang telah diselamatkan dan 18 di antaranya dilarikan ke rumah sakit setempat. "Tantangan di sini adalah banyaknya pasien yang masuk. Kami kekurangan staf saat ini," ujarnya. Gubernur Basilan, Mujiv Hataman, juga membagikan klip video di Facebook dari Pelabuhan Isabela di Mindanao, menunjukkan para penyintas dievakuasi dari kapal, beberapa dibalut selimut termal, dan yang lain diangkut dengan tandu.

Penyebab pasti tenggelamnya kapal feri ini belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Komandan Dua menambahkan bahwa penjaga pantai telah memeriksa kapal sebelum keberangkatannya dari Pelabuhan Zamboanga dan tidak menemukan tanda-tanda kelebihan muatan.

Tragedi laut seperti ini bukan hal baru di kepulauan Filipina. Kecelakaan serupa sering terjadi akibat badai yang kerap melanda, kondisi kapal yang kurang terawat, kelebihan muatan, serta penegakan peraturan keselamatan yang masih lemah, terutama di provinsi-provinsi terpencil. Sebagai catatan, pada Jumat pekan lalu, dua pelaut Filipina dilaporkan tewas dan 15 lainnya berhasil diselamatkan setelah sebuah kapal kargo berbendera Singapura tenggelam. Lebih jauh lagi, insiden terburuk dalam sejarah maritim Filipina terjadi pada Desember 1987, ketika feri Dona Paz tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tanker bahan bakar, menewaskan lebih dari 4.300 orang dan menjadikannya bencana maritim terburuk di masa damai.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook