Warga Kyiv kembali merasakan ketakutan setelah Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran. Rentetan serangan yang terjadi sejak malam hingga siang hari memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka dan berlindung di bunker-bunker bawah tanah.
Dalam laporan jurnalis Al Jazeera, Audrey MacAlpine, situasi di tempat perlindungan terlihat mencekam. Para warga, dari anak-anak hingga lansia, berusaha bertahan di tengah suara sirene dan ledakan yang terdengar dari atas permukaan tanah. Mereka membawa barang seadanya, seperti selimut, air minum, dan makanan ringan.
Serangan ini terjadi di tengah musim dingin yang ekstrem, menambah penderitaan warga yang harus berdesakan di ruang bawah tanah yang lembab dan minim penerangan. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa, namun kerusakan infrastruktur sipil dilaporkan meluas.
Analisis Editor: Serangan beruntun ini mengindikasikan bahwa Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengendurkan tekanan di lini depan Ukraina. Bagi masyarakat sipil, dampaknya sangat nyata: trauma psikologis berkepanjangan, krisis kemanusiaan yang semakin dalam, dan tekanan pada pasokan energi di musim dingin. Situasi ini mengingatkan kita pada strategi perang atrisi yang mengincar moral dan ketahanan warga sipil.