Duka mendalam menyelimuti Spanyol usai insiden tabrakan kereta api yang mengerikan di dekat Urda, wilayah tengah negara itu, Rabu pagi waktu setempat. Kecelakaan yang melibatkan kereta cepat Renfe dan kereta Iryo yang tengah berhenti di jalur yang sama ini menelan korban jiwa sebanyak 69 orang. Selain itu, lebih dari 100 penumpang mengalami luka-luka, dengan banyak di antaranya dalam kondisi serius.
Dampak dari benturan keras tersebut menyebabkan beberapa gerbong kereta tergelincir keluar jalur. Otoritas setempat masih melakukan pendataan dan tidak menutup kemungkinan jumlah korban tewas akan bertambah, mengingat masih ada laporan keluarga yang mencari kerabat mereka di rumah sakit-rumah sakit di sekitar lokasi kejadian. Proses identifikasi jenazah dilakukan di institut forensik utama di Toledo, di mana pihak keluarga mulai menyerahkan sampel DNA untuk mempercepat proses identifikasi.
Beberapa korban yang teridentifikasi merupakan figur publik. Salah satunya adalah Julieta Gallego (24), atlet lompat jauh yang memperkuat klub AD Sprint Madrid. Federasi Atletik Kerajaan Spanyol (RFEF) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Gallego, yang dinilai memiliki masa depan cerah di dunia atletik nasional.
Kabar duka juga datang dari dunia politik. Fátima Báñez (59), mantan Menteri Ketenagakerjaan Spanyol yang menjabat pada periode 2011-2018, turut menjadi korban dalam insiden ini. Konfederasi Organisasi Pengusaha Spanyol (CEOE) mengonfirmasi kabar tersebut dan menyebut kepergian Báñez sebagai kehilangan besar bagi dunia usaha dan politik Spanyol. Selain itu, seorang anggota Garda Sipil, José Manuel Chacón (31), juga dilaporkan tewas dalam kecelakaan ini.
Insiden ini tercatat sebagai bencana kereta api terburuk di Spanyol sejak tahun 2013 silam. Pemerintah dan pihak berwenang kini tengah menyelidiki penyebab pasti mengapa kedua kereta tersebut berada di jalur yang sama, sementara masyarakat masih menantikan transparansi terkait keselamatan transportasi publik di negara tersebut.