LONDON - Sebuah langkah besar diambil oleh borough Hackney di London timur. Pemerintah daerah setempat tengah mengkaji untuk mengakhiri hubungan kota kembar dengan Haifa, kota terbesar ketiga di Israel. Hubungan yang sudah terjalin sejak 1968 ini terancam bubar akibat tekanan politik dan krisis kemanusiaan di Gaza.
Dewan yang dipimpin Partai Hijau tersebut telah melakukan voting pada 28 Juli lalu. Mereka sepakat untuk menghentikan kemitraan ini secara prinsip, dengan alasan komitmen terhadap hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan. Saat ini, pihak berwenang sedang melakukan konsultasi publik yang akan berlangsung hingga 14 Oktober mendatang sebelum keputusan final diambil.
Konsep kota kembar atau sister cities sebenarnya sudah ada sejak lama sebagai jembatan diplomasi antarnegara. Biasanya, kerja sama ini mencakup pertukaran pelajar, acara budaya, hingga kunjungan kenegaraan. Namun, hubungan ini sering kali bersifat simbolis, sehingga pemutusan hubungan bisa menjadi pernyataan sikap politik yang kuat.
Sejarah mencatat, tradisi kota kembar modern muncul setelah Perang Dunia II untuk membangun kembali kepercayaan antarnegara. Contohnya adalah kemitraan antara Coventry dan Stalingrad (kini Volgograd) pada 1944, serta St. Paul dan Nagasaki pada 1955 untuk rekonsiliasi pasca bom atom.
Langkah Hackney ini bukan yang pertama. Sebelumnya, beberapa dewan di Inggris telah memutuskan hubungan dengan kota-kota di Rusia buntut invasi ke Ukraina pada 2022. Praha juga memutus hubungan dengan Beijing pada 2019 akibat perselisihan terkait Taiwan. Langkah Hackney menjadi contoh terbaru bagaimana kota-kota mulai meninjau ulang hubungan internasional mereka berdasarkan nilai kemanusiaan.