ISRAEL-SOMALILAND MENCARI SEKUTU BARU, HOUTHI ANCAM PERANG LAUT - Berita Dunia
← Kembali

ISRAEL-SOMALILAND MENCARI SEKUTU BARU, HOUTHI ANCAM PERANG LAUT

Foto Berita

Pengakuan Israel atas Somaliland sebagai negara merdeka akhir tahun lalu sontak memicu gelombang amarah dan kecaman. Tak hanya dari Somalia, keputusan tersebut juga ditentang keras oleh negara-negara di Afrika dan Timur Tengah, bahkan kelompok Houthi di Yaman. Pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, langsung menyebutnya sebagai 'sikap bermusuhan' dan mengancam akan menjadikan setiap kehadiran Israel di Somaliland sebagai target militer.

Kekhawatiran itu makin menguat bulan ini setelah Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, berkunjung ke Somaliland. Dalam agendanya, Saar menyertakan kota pelabuhan strategis Berbera. Setelah kunjungan itu, ia menyebut kerja sama keamanan adalah salah satu poin utama pembahasan. Pejabat Somaliland pun tak menutup kemungkinan adanya kehadiran militer Israel di wilayah mereka. Ini artinya, Israel bisa saja berada persis di seberang Teluk Aden dari markas Houthi, sekaligus membenarkan kekhawatiran kelompok tersebut.

Ancaman Houthi bukan gertak sambal. Pekan ini, al-Houthi kembali menegaskan keseriusannya, siap menargetkan 'setiap keberadaan Zionis yang tetap dan dapat kami jangkau' tanpa ragu. Para ahli menilai, pengakuan Israel terhadap Somaliland ini adalah bagian dari pergeseran kebijakan yang lebih luas. Israel kini beralih dari hubungan antarnegara secara diam-diam, menuju pembentukan aliansi dengan aktor-aktor non-konvensional, terutama setelah konflik berkepanjangan dengan Iran dan sekutunya di kawasan.

Saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan pengakuan ini pada 26 Desember lalu, ia terang-terangan berterima kasih kepada Direktur Mossad, David Barnea. Ini menunjukkan dimensi intelijen yang kuat di balik langkah tersebut. Para pakar yakin, waktu pengumuman ini mencerminkan kekhawatiran Israel yang kian meningkat terhadap ancaman Houthi di Laut Merah bagian selatan.

Selama perang di Gaza, Israel memang kerap berbalas serangan dengan Houthi. Kelompok di Yaman ini telah menembakkan rudal dan drone dari Yaman utara, serta menargetkan kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel di Laut Merah. Mereka menyebut ini sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. "Semua orang cukup melihat peta dan memahami apa yang dicari Israel di sini," kata Shiri Fein-Grossman, CEO Israel-Africa Relations Institute.

Menurutnya, pengakuan Somaliland memberi Israel lokasi strategis di dekat Houthi di Yaman, "pada saat Israel membutuhkan teman sebanyak mungkin." Banyak perhatian kini tertuju pada Berbera, sebuah kota di pesisir Teluk Aden Somaliland, tepat di pintu masuk Laut Merah. Pelabuhan ini secara historis pernah menjadi tuan rumah bagi Ottoman, Soviet (selama Perang Dingin), Amerika Serikat, dan sejak 2017, Uni Emirat Arab (UEA).

Berbera terletak di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, tepat di seberang Teluk Aden di Laut Merah, dan hanya sekitar 500 km dari wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman. Laporan dari Institut Studi Keamanan Nasional Israel pada November lalu mencatat posisi Somaliland yang sangat strategis ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook