Dunia tenis berduka sekaligus merayakan perjalanan panjang Stan Wawrinka. Petenis Swiss berusia 41 tahun itu resmi menggantung raket setelah kalah di babak pertama Basel Open melawan Jiri Lehecka, Selasa (21/10/2025). Kekalahan dua set langsung 7-5, 7-6 (7/2) menjadi laga terakhirnya di turnamen profesional, sesuai pengumuman yang ia sampaikan sejak awal musim.
Wawrinka bukan sembarang pemain. Di era yang dikuasai trio Federer, Nadal, dan Djokovic, ia menjadi salah satu dari sedikit petenis yang mampu menembus dominasi tersebut. Tiga gelar Grand Slam ia raih dengan mengalahkan raksasa-raksasa itu: Australian Open 2014 (mengalahkan Nadal), French Open 2015 (mengalahkan Djokovic), dan US Open 2016 (kembali mengalahkan Djokovic).
Pencapaiannya tak berhenti di situ. Bersama Federer, ia membawa Swiss menjuarai Davis Cup, plus medali emas ganda putra Olimpiade Beijing 2008. Backhand satu tangannya yang legendaris menjadi ciri khas yang sulit ditiru.
Di Basel, penonton tuan rumah memberi penghormatan luar biasa. Setiap poin yang ia menangkan disambut sorak-sorai. Meski harus mengakui keunggulan Lehecka yang kini berperingkat 21 dunia, Wawrinka tetap mendapat standing ovation usai melakukan lap of honor.
Lehecka sendiri mengaku campur aduk. "Dia memenangkan turnamen terbesar, jadi berada di momen perpisahannya terasa sedikit aneh. Tapi ini sebuah kehormatan," ujarnya kepada Sky Sports.
Bagi penggemar, masih ada satu kesempatan terakhir melihat aksi Wawrinka. Pada 19 Desember nanti, ia akan menggelar pesta perpisahan di Jenewa bertajuk "One Last Backhand", dengan Federer dan Murray ikut serta.
Analisis Dampak: Kepergian Wawrinka menandai berakhirnya generasi emas tenis yang bertahan hampir dua dekade. Bagi masyarakat Indonesia, momen ini menjadi pengingat bahwa era Big Three yang mendominasi layar kaca olahraga tanah air perlahan mulai berganti. Generasi muda seperti Lehecka, Fils, dan Shelton kini mengambil alih panggung. Wawrinka dikenang bukan hanya karena trofi, tapi karena mentalitasnya: berani menantang yang tak terkalahkan dan kadang menang.