CHINA GENCAR DIPLOMASI, KIRIM UTUSAN KHUSUS KE TELUK - Berita Dunia
← Kembali

CHINA GENCAR DIPLOMASI, KIRIM UTUSAN KHUSUS KE TELUK

Foto Berita

China kembali menggeliat di panggung diplomasi Timur Tengah setelah sempat vakum beberapa waktu. Langkah ini ditandai dengan pertemuan antara Menteri Luar Negeri Wang Yi dan pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Bagheri Kani, di Beijing pada Senin (6/5). Dalam pertemuan itu, Wang Yi menegaskan bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak di tengah konflik yang kian memanas dan berisiko meluas.

China juga menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan dan keamanan Iran. Sikap ini konsisten dengan posisi Beijing yang selama ini menyalahkan Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang memicu konflik. Menurut laporan jurnalis Al Jazeera, Katrina Yu, China memang punya kedekatan khusus dengan Teheran, terutama karena posisinya sebagai mitra dagang terbesar dan pembeli utama minyak mentah Iran.

Namun, Yu mencatat bahwa belakangan ini laju diplomasi China sempat tersendat. Selama beberapa minggu hingga bulan, Beijing dinilai kurang aktif dalam upaya meredakan ketegangan. Pertemuan pada Senin itu pun dianggap sebagai sinyal bahwa China mulai tidak sabar dengan lambatnya kemajuan dan ingin terlihat lebih menonjol dalam proses perdamaian.

Momentum ini juga diperkuat dengan pengumuman Kementerian Luar Negeri China bahwa Utusan Khusus untuk Timur Tengah, Zhai Jun, akan melakukan kunjungan ke Iran, Oman, dan Arab Saudi bulan ini. Langkah ini menunjukkan keseriusan Beijing untuk terlibat lebih dalam.

Di sisi lain, Presiden Xi Jinping menerima kunjungan kenegaraan Sultan Haitham bin Tariq dari Oman. Ini menjadi momen bersejarah karena Sultan Haitham adalah kepala negara Oman pertama yang berkunjung ke China sejak hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada 1978. Dalam pertemuan itu, Xi menekankan bahwa kawasan Timur Tengah dan Teluk seharusnya tidak menjadi arena persaingan kekuatan besar atau konflik geopolitik.

Oman sendiri memegang peranan strategis karena posisinya yang berhadapan langsung dengan Iran di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang sebelumnya dilalui seperlima ekspor energi global sebelum konflik AS-Iran membatasi lalu lintas. Sebagai importir energi terbesar dunia, China sangat berkepentingan menjaga stabilitas jalur ini.

Dalam kunjungan tersebut, China dan Oman menandatangani 14 dokumen kerja sama yang mencakup bidang kecerdasan buatan, energi hijau, rantai pasok, serta kesepakatan swap mata uang. Kedua negara juga menyerukan agar pelayaran aman di Selat Hormuz dapat kembali normal dan mendesak AS serta Iran untuk memulai kembali dialog.

Analisis Dampak: Langkah diplomasi agresif China ini menjadi angin segar bagi stabilitas kawasan, terutama bagi negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia. Jika ketegangan di Selat Hormuz mereda, harga minyak dunia berpotensi lebih stabil, yang berdampak langsung pada harga BBM dan inflasi domestik. Namun, keterlibatan China yang semakin dalam juga bisa memicu dinamika baru dalam persaingan geopolitik global, di mana Beijing ingin menunjukkan perannya sebagai penyeimbang kekuatan Barat di Timur Tengah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook