DIPLOMAT AS KLAIM HAK ISRAEL ATAS TIMUR TENGAH! BAHAYA? - Berita Dunia
← Kembali

DIPLOMAT AS KLAIM HAK ISRAEL ATAS TIMUR TENGAH! BAHAYA?

Foto Berita

Dalam wawancara dengan komentator sayap kanan Amerika, Tucker Carlson, Huckabee blak-blakan bilang bahwa Israel punya hak biblikal atas tanah yang membentang dari Sungai Efrat sampai Sungai Nil. Wilayah itu mencakup Lebanon, Suriah, Yordania, dan sebagian Arab Saudi. "Tidak masalah kalau mereka mengambil semuanya," katanya, sambil menegaskan batas geografis Israel berakar dari kitab suci, sebuah keyakinan yang juga dianut Zionis Kristen.

Meski kemudian Huckabee, yang memang dikenal sebagai Zionis Kristen dan pendukung kuat Israel ini, mencoba meralat ucapannya dengan menyebutnya "agak berlebihan" dan menegaskan Israel tidak mencari perluasan wilayah melainkan hak keamanan dalam batas-batasnya sekarang. Namun, para ahli melihat komentarnya lebih dari sekadar hiperbola.

Ternyata, pandangan Huckabee ini berakar kuat pada teologi Zionisme Kristen. Keyakinan ini berkembang dari ide kuno biblikal bahwa sekitar empat milenium lalu, Tuhan menjanjikan tanah itu kepada bangsa Yahudi hingga kedatangan Yesus kembali ke Yerusalem.

Tokoh seperti William Blackstone pada tahun 1878 lewat bukunya "Jesus Is Coming" ikut mempopulerkan keyakinan bahwa Tuhan telah memberikan tanah Israel kepada bangsa Yahudi. Dari perspektif evangelis Protestan, kepercayaan ini mengambil dasar dari ayat Alkitab Kejadian 12:3, di mana Tuhan berkata kepada Abraham: "Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Situs ChristianZionism.org merangkum empat tema utama dalam pemikiran Zionisme Kristen:

  1. Berdirinya negara Israel modern pada tahun 1948 dianggap sebagai era terakhir umat manusia dan tanda akhir zaman.
  2. Konflik di Timur Tengah saat ini adalah bagian dari rencana Tuhan, menuju perang besar terakhir sebelum kedatangan Kristus kedua kali.
  3. Perjanjian Tuhan dengan Israel itu abadi dan tanpa syarat.
  4. Tidak mendukung dominasi politik Israel hari ini akan mengundang hukuman ilahi.

Dampak & Analisis: Mengapa Pernyataan Ini Penting?

Pernyataan seorang diplomat AS seperti Huckabee, bahkan jika itu adalah pandangan pribadi, bukan hanya sekadar celotehan biasa. Ini memiliki implikasi diplomatik yang serius dan bisa memperparah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah bergejolak. Dalam konteks hubungan internasional, klaim semacam ini dapat dianggap sebagai dukungan terang-terangan terhadap agenda ekspansionis, yang bertolak belakang dengan upaya perdamaian dan solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.

Lebih dari itu, pandangan ini menyoroti kuatnya pengaruh kelompok evangelis Kristen di Amerika Serikat terhadap kebijakan luar negeri AS, khususnya terkait Israel. Hal ini bisa memicu sentimen anti-Amerika di negara-negara mayoritas Muslim, yang melihat pernyataan tersebut sebagai legitimasi atas pendudukan wilayah atau bahkan perampasan tanah. Meskipun Huckabee meralatnya, "damage is done" dan pesan yang diusungnya mencerminkan ideologi yang signifikan dalam lanskap politik-agama di AS, yang tentu saja jadi perhatian global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook