TRUMP SERANG KANDIDAT MUSLIM, SINDIR NATAL BISA DIBATALKAN - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP SERANG KANDIDAT MUSLIM, SINDIR NATAL BISA DIBATALKAN

Foto Berita

Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi dalam kampanye menjelang pemilihan sela (midterm) di Michigan. Dalam pidatonya selama hampir dua jam di Port Huron, Trump melontarkan serangan bernada Islamofobia terhadap kandidat Senat dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, seorang dokter progresif keturunan Muslim.

Trump tidak hanya menyebut El-Sayed sebagai 'jihadis' dan anggota Ikhwanul Muslimin—klaim tanpa bukti—tetapi juga menyinggung isu agama secara sensitif. Ia bahkan menyarankan bahwa perayaan Natal akan dibatalkan jika El-Sayed terpilih. 'Dia akan menjadi satu-satunya senator yang harus melewati detektor logam sebelum diizinkan masuk ke Senat,' ujar Trump, seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan ini muncul di tengah persaingan ketat kursi Senat Michigan antara El-Sayed dan kandidat Republik Mike Rogers. Kursi tersebut saat ini dipegang oleh Senator Demokrat Gary Peters yang akan pensiun, menjadikannya salah satu dari sekitar tujuh kursi 'toss-up' yang menentukan kendali Senat. Partai Republik saat ini menguasai 53 kursi dan berupaya keras mempertahankan mayoritas mereka.

Analisis Dampak: Serangan personal berbasis identitas ini berpotensi memperdalam polarisasi politik di Amerika Serikat, khususnya di komunitas Muslim yang selama ini merasa terpinggirkan. Retorika anti-Muslim yang terus digunakan Trump untuk meraup suara basis konservatif dikhawatirkan memicu meningkatnya kasus diskriminasi dan ujaran kebencian di ruang publik. Bagi masyarakat luas, berita ini menjadi pengingat bahwa isu identitas masih menjadi alat politik yang efektif namun berbahaya bagi kohesi sosial.

Konteks Tambahan: El-Sayed sendiri adalah warga negara kelahiran AS yang telah berjanji menjunjung tinggi Konstitusi. Tidak ada bukti yang menghubungkannya dengan organisasi asing. Sejak kampanye 2016, Trump memang dikenal sering menggunakan sentimen anti-Muslim untuk kepentingan politik, termasuk usulan kontroversial 'larangan total' masuknya Muslim ke AS pada 2015 silam.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook