20.000 ANAK UKRAINA DICULIK, RUSIA TAK KUNJUNG KEMBALIKAN - Berita Dunia
← Kembali

20.000 ANAK UKRAINA DICULIK, RUSIA TAK KUNJUNG KEMBALIKAN

Foto Berita

Lebih dari empat tahun sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, tragedi kemanusiaan terus bergulir. Salah satu yang paling memilukan adalah penculikan massal terhadap anak-anak Ukraina. Data terbaru menunjukkan, lebih dari 20.000 anak Ukraina dipindahkan secara paksa ke wilayah Rusia. Aksi ini terjadi di tengah kekacauan bulan-bulan awal perang, di mana keluarga terpisah dan panti asuhan lepas dari kendali pemerintah pusat di Kyiv.

Pemerintah Rusia membantah tuduhan penculikan. Mereka mengklaim tindakan itu adalah 'evakuasi kemanusiaan' untuk menyelamatkan anak-anak dari zona perang. Namun, investigasi internasional membantah klaim tersebut. Bukti menunjukkan banyak pemindahan dilakukan tanpa izin dari orang tua atau wali sah anak tersebut, sehingga melanggar hukum humaniter internasional.

Anak-anak yang diculik tidak hanya dipindahkan, tetapi juga mengalami 'Russifikasi' paksa. Mereka dipaksa belajar dalam bahasa Rusia, mengikuti pelatihan militer, dan diawasi ketat di pusat-pusat rehabilitasi. Kisah Lesya (bukan nama sebenarnya) menjadi contoh nyata. Remaja 15 tahun asal Kherson ini diculik dan dikirim ke pusat rehabilitasi di Feodosia, Krimea. Ia baru bisa kembali setelah kerabatnya melacak keberadaannya dan dibantu oleh LSM Save Ukraine. Sayangnya, kasus Lesya adalah pengecualian. Ribuan anak lainnya masih hilang atau ditahan di Rusia.

Ukraina dan berbagai LSM terus berjuang memulangkan anak-anak ini. Hingga kini, baru sekitar 2.000 anak yang berhasil kembali. Sisanya masih menjadi 'alat tawar-menawar' politik Rusia. Situasi ini menunjukkan bahwa tekanan internasional terhadap Rusia harus terus digencarkan. Karena di atas kertas, hukum internasional mewajibkan Rusia untuk mengembalikan anak-anak tersebut ke tanah air mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook