PERTARUNGAN KURSI KONGRES AS TENTUKAN NASIB TRUMP - Berita Dunia
← Kembali

PERTARUNGAN KURSI KONGRES AS TENTUKAN NASIB TRUMP

Foto Berita

Washington DC - Pemilu sela Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang menjadi momen krusial bagi pemerintahan Presiden Donald Trump. Seluruh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan sepertiga kursi Senat diperebutkan, menentukan apakah Partai Republik tetap menguasai Kongres atau harus menyerahkan kendali kepada Partai Demokrat.

Saat ini, Partai Republik menguasai DPR dengan mayoritas yang sangat tipis, yaitu 218 kursi ditambah satu independen yang mendukung mereka. Dari 435 kursi yang diperebutkan, hanya sekitar 21 distrik yang dikategorikan sebagai wilayah 'toss-up' atau tidak bisa diprediksi pemenangnya. Jika Demokrat berhasil merebut lima kursi dari total 28 distrik yang cenderung mendukung mereka, maka peta kekuatan di DPR akan berubah.

Faktor utama yang menjadi sorotan adalah tingkat persetujuan (approval rating) Trump yang saat ini berada di angka 37 persen. Angka ini turun signifikan dibandingkan awal masa jabatannya yang sempat menyentuh 50 persen. Penurunan ini diperparah oleh keputusan kontroversial serangan udara bersama Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Sejarah menunjukkan bahwa partai penguasa biasanya kehilangan rata-rata 27 kursi di DPR pada pemilu sela, dan hanya tiga kali berhasil menambah kursi sejak 1934.

Sementara itu, di Senat, Republik memiliki posisi yang lebih kuat dengan menguasai 53 dari 100 kursi. Demokrat dan dua independen yang bersekutu hanya menguasai 47 kursi. Meski demikian, gelombang ketidakpuasan terhadap Trump membuat Demokrat optimistis bisa menembus benteng pertahanan Republik di negara-negara bagian yang biasanya dikuasai lawan.

Dampak bagi masyarakat AS sangat besar. Jika Kongres jatuh ke tangan Demokrat, agenda legislasi Trump selama dua tahun terakhir masa jabatannya akan terhambat, termasuk kebijakan ekonomi dan luar negeri. Bagi dunia internasional, hasil pemilu ini juga akan mempengaruhi arah kebijakan AS terhadap isu-isu global seperti Timur Tengah dan perdagangan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook