Atlanta, AS – Favorit juara Piala Dunia 2026, Spanyol, langsung diuji di laga perdana Grup H. Mereka akan berhadapan dengan debutan asal Afrika, Tanjung Verde, di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Senin (15/6) pukul 12.00 waktu setempat.
Spanyol datang dengan status juara Eropa 2024 dan rekor tak terkalahkan dalam 30 pertandingan. Skuad asuhan Luis de la Fuente ini dihuni generasi emas baru seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Gavi. Namun, Yamal dan Nico Williams dikabarkan masih dalam pemulihan cedera hamstring dan kemungkinan besar tidak dimainkan sejak menit awal demi menjaga kebugaran mereka di turnamen yang panjang.
Di sisi lain, Tanjung Verde mencatat sejarah sebagai negara dengan populasi terkecil ketiga yang lolos ke Piala Dunia, setelah Islandia dan Curacao. Dengan jumlah penduduk kurang dari 600.000 jiwa, mereka menjadi wakil Afrika ke-10 di turnamen ini. Keberhasilan ini datang bertepatan dengan 50 tahun kemerdekaan mereka dari Portugal.
Meski di atas kertas Spanyol jauh diunggulkan, Tanjung Verde bukan tim yang bisa diremehkan. Mereka sudah malang melintang di Piala Afrika dan memiliki pemain-pemain yang merumput di liga Eropa, seperti Portugal dan Belanda. Pertandingan ini akan menjadi ujian mental bagi sang debutan untuk meladeni permainan menekan khas Spanyol.
Analisis Dampak: Laga ini menjadi simbol bagaimana Piala Dunia tetap menjadi panggung bagi negara kecil untuk bermimpi. Bagi Spanyol, hasil laga ini akan menentukan ritme mereka di turnamen. Jika bermain aman dan tidak memaksakan Yamal bermain, ini bisa menjadi strategi jitu atau justru bumerang jika lini depan mereka mandek. Publik Indonesia yang gemar sepak bola Eropa tentu akan menyorot performa bintang muda Spanyol, yang juga menjadi idola baru di kalangan penggemar game FIFA dan e-sports.