MALAM MENEGANGKAN DI RIYADH: RUDAL HOUTHI DIHANCURKAN - Berita Dunia
← Kembali

MALAM MENEGANGKAN DI RIYADH: RUDAL HOUTHI DIHANCURKAN

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Suasana di Arab Saudi sempat memanas setelah milisi Houthi dari Yaman melancarkan serangan besar-besaran ke jantung kerajaan. Koalisi pimpinan Saudi mengklaim telah berhasil mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang meluncur ke arah ibu kota Riyadh. Meski begitu, sistem pertahanan udara dan peringatan dini di negara itu sempat dibunyikan, memicu kepanikan warga sebelum pihak berwenang memastikan situasi kembali aman.

Juru bicara koalisi, Mayjen Turki al-Maliki, membenarkan adanya intersepsi tersebut. Namun, serangan ini bukan tanpa korban. Dalam insiden terpisah yang terjadi beberapa hari sebelumnya, bandara internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran empuk. Akibatnya, 14 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Houthi juga mengklaim telah menargetkan fasilitas raksasa minyak Aramco di Dhahran dan kilang minyak di Riyadh, yang dibenarkan oleh Kementerian Energi Saudi terkait kerusakan pada gedung administrasi Aramco.

Analisis dampak bagi masyarakat dan ekonomi global menunjukkan bahwa konflik ini tidak lagi bisa dibendung di perbatasan Yaman. Serangan langsung ke fasilitas minyak dan bandara internasional menunjukkan bahwa Houthi memiliki kapabilitas untuk mengganggu stabilitas ekonomi global, mengingat Saudi adalah pemasok minyak utama dunia. Bagi warga sipil, ketegangan ini memicu trauma dan kekhawatiran akan keselamatan nyawa, terutama dengan adanya korban jiwa di bandara. Situasi ini juga memperumit upaya perdamaian PBB, terlebih setelah gencatan senjata yang bertahan sejak 2022 kini runtuh total.

Di sisi lain, Liga Muslim Dunia (MWL) mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan kriminal yang menyasar infrastruktur sipil. Sementara itu, di Yaman, pasukan pemerintah yang didukung Saudi melancarkan serangan balik untuk merebut kembali wilayah pesisir strategis di Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah. Pertempuran sengit pun kembali berkobar di wilayah Marib, menandakan eskalasi konflik yang semakin berbahaya bagi keamanan regional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook