Insiden kebakaran rumput saat latihan militer di Pangkalan Angkatan Bersenjata Kanada Wainwright, Alberta, berujung duka. Sebanyak empat tentara tewas dan 39 lainnya luka-luka, dengan 19 orang dalam kondisi kritis. Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu sore waktu setempat saat sekitar 84 personel dari Charlie Company, Batalyon 3 Princess Patricia's Canadian Light Infantry, tengah menjalani latihan tempur intensitas tinggi.
Mayor Jenderal Wade Rutland mengungkapkan kronologi mengerikan di balik cepatnya penyebaran api. Awalnya, api terpantau berada sekitar satu kilometer dari lokasi latihan. Namun, dalam hitungan detik, arah angin berubah drastis dan membawa kobaran api langsung menghantam pasukan. "Api berjarak satu kilometer saat angin berubah. Itu tidak normal bagi api untuk bergerak satu kilometer dalam 36 detik," ujarnya dalam konferensi pers di Edmonton, Minggu (6/7/2025).
Perdana Menteri Mark Carney menyebut insiden ini sebagai salah satu tragedi masa damai terburuk bagi militer Kanada di dalam negeri. Hingga kini, penyebab pasti munculnya kebakaran rumput masih misterius. Namun, kondisi cuaca ekstrem di Alberta saat itu—dengan hembusan angin badai mencapai 100 km/jam—diduga kuat menjadi faktor utama yang membuat api menyebar tak terkendali.
Pakar menjelaskan bahwa kebakaran rumput memang berbeda dengan kebakaran hutan. Api jenis ini bergerak sangat cepat di area terbuka karena rumput kering bertindak sebagai bahan bakar yang mudah menyala. Angin kencang tidak hanya mendorong api, tetapi juga menerbangkan bara api ke depan, memicu titik api baru yang membuat petugas sulit memprediksi arah sebarannya.
Pangkalan Wainwright sendiri merupakan salah satu pusat pelatihan terbesar Angkatan Darat Kanada dan fasilitas kunci untuk persiapan operasional pasukan. Insiden ini memicu pertanyaan serius mengenai protokol keselamatan latihan militer, terutama terkait pemantauan kondisi cuaca ekstrem yang bisa berubah seketika. Investigasi mendalam tengah dilakukan untuk memastikan apakah api menyebar melalui vegetasi tersembunyi atau terbawa angin secara langsung ke arah pasukan.