KANSAS CITY, KOMPAS.com - Megabintang sepak bola Argentina, Lionel Messi, menorehkan sejarah baru di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 38 tahun itu mencetak hattrick pertamanya di turnamen akbar ini, sekaligus membawa tim Tango meraih kemenangan telak 3-0 atas Aljazair di laga perdana Grup C.
Bermain di Kansas City, Selasa (10/6/2026) waktu setempat, Messi tampil luar biasa. Gol pertamanya lahir di menit ke-10 setelah sebelumnya sebuah gol dianulir karena offside. Ia kemudian menggandakan keunggulan di menit ke-60 melalui skema rebound, dan menutup pesta dengan sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-76.
Hattrick ini membuat Messi menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia milik legenda Jerman, Miroslav Klose, dengan torehan 16 gol. Lebih dari itu, pertandingan ini menjadi penampilan ke-200 sang kapten bersama Timnas Argentina, sebuah pencapaian yang hanya dilewati oleh Cristiano Ronaldo dan Bader Al-Mutawa.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menarik Messi keluar di menit ke-79 untuk mengistirahatkan pemain bintangnya itu. Keputusan ini dianggap strategis mengingat Argentina mengincar gelar juara bertahan, sebuah prestasi yang hanya pernah diraih oleh Italia (1934, 1938) dan Brasil (1958, 1962).
Dari kubu lawan, Aljazair yang merupakan juara Piala Afrika 2019, tampil tanpa daya. Satu-satunya peluang emas mereka melalui Fares Chaibi juga dianulir karena offside. Kiper Aljazair, Luca Zidaneāputra legenda Prancis Zinedine Zidaneāharus memungut bola dari gawangnya tiga kali.
Kemenangan ini menjadi penebusan manis bagi Argentina. Pada edisi 2022 lalu, mereka justru kalah di laga perdana dari Arab Saudi sebelum akhirnya menjadi juara. Kini, armada Tango memulai langkah mereka dengan sempurna, berkat magi yang masih tersimpan di kaki kiri Lionel Messi.