Rusia meradang setelah dugaan serangan kedua di dekat reaktor nuklir Bushehr, Iran. Kementerian Luar Negeri Rusia tanpa tedeng aling-aling menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik insiden tersebut, bahkan menyebutnya sebagai upaya sengaja untuk memicu bencana nuklir yang berpotensi meluas.
Akibat serangan tersebut, Moskow terpaksa mengevakuasi sejumlah stafnya dari fasilitas nuklir yang dibangun bersama Iran-Rusia itu. Ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan eskalasi ketegangan yang sangat berbahaya di Timur Tengah. Serangan berulang kali terhadap fasilitas vital, apalagi yang berkaitan dengan nuklir dan sedang beroperasi, bisa menimbulkan dampak lingkungan dan kemanusiaan yang tak terbayangkan.
Situasi ini jelas memicu kekhawatiran global akan potensi konflik yang lebih luas. Negara adidaya seperti Rusia pun turut merasakan imbas langsung dan semakin dalam terlibat dalam pusaran geopolitik kawasan. Dunia patut waspada terhadap ancaman bencana nuklir yang bisa dipicu oleh aksi-aksi semacam ini, mengingat dampak radiasi tidak mengenal batas negara.