KRITIK PEDAS: PERANG IRAN NETANYAHU DINILAI BIKIN ISRAEL MELEMAH - Berita Dunia
← Kembali

KRITIK PEDAS: PERANG IRAN NETANYAHU DINILAI BIKIN ISRAEL MELEMAH

Foto Berita

YERUSALEM, MEDIA ONLINE – Perang yang digaungkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terhadap Iran justru menuai kritik tajam di dalam negeri. Alih-alih membawa kemenangan, kebijakan ini dinilai telah memperkuat posisi Teheran, merenggangkan hubungan dengan sekutu utamanya, Amerika Serikat (AS), dan membuat Israel berada dalam posisi yang lebih lemah.

Kritik keras ini muncul setelah AS berhasil menjadi mediator kesepakatan sementara dengan Iran. Yang menjadi sorotan, proses negosiasi itu tampaknya berlangsung tanpa melibatkan Israel secara berarti. Media Israel, Haaretz, bahkan dengan berani memasang tajuk utama yang menyebut kebijakan Iran Netanyahu sebagai 'kegagalan terbesar sejak 7 Oktober'.

Gadi Eisenkot, tokoh sentris yang digadang-gadang menjadi penantang kuat Netanyahu di pemilu mendatang, melontarkan kritik pedas. Ia menyebut hasil dari perang ini sebagai 'kekacauan dari pemerintahan yang gagal'. Eisenkot menyoroti jurang pemisah yang lebar antara janji 'kemenangan total' Netanyahu dengan kenyataan pahit di lapangan.

Dari kubu ekstrem kanan, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich juga mengecam kesepakatan tersebut. Mereka menyebutnya sebagai 'kesepakatan buruk' yang tidak boleh diikuti.

Di tengah tekanan publik, Netanyahu tetap bersikukuh membela diri. Ia mengklaim bahwa perang yang dilancarkannya telah 'menyelamatkan Negara Israel dari pemusnahan'. Namun, klaim ini dianggap tidak masuk akal oleh banyak pengamat dan masyarakat Israel. Ironisnya, narasi 'kemenangan bersejarah' ini terdengar persis seperti yang ia ucapkan setelah perang singkat dengan Iran pada Juni 2025 lalu.

Analisis Dampak

Kesepakatan antara AS dan Iran ini menjadi pukulan telak bagi kredibilitas Netanyahu. Situasi ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Israel yang agresif justru berisiko mengisolasi mereka dari sekutu terdekatnya. Di sisi lain, Iran berhasil memanfaatkan situasi untuk memperkuat pengaruhnya, terutama melalui kendali atas Selat Hormuz, tanpa harus kehilangan muka di meja perundingan. Bagi masyarakat Israel, kondisi ini menimbulkan kecemasan baru tentang keamanan jangka panjang mereka di tengah ketidakstabilan politik regional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook