Serangan udara Rusia kembali mengguncang Ukraina. Kali ini, sebuah sekolah yang dijadikan pusat bantuan kemanusiaan di Desa Komyshuvakha, wilayah Zaporizhzhia, luluh lantah dibombardir. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi 24 orang tewas dalam insiden tersebut, sementara lima lainnya luka-luka.
Yang bikin miris, serangan ini terjadi dua kali. Setelah bom pertama jatuh, warga yang berusaha menyelamatkan diri justru jadi sasaran bom susulan. "Ada sembilan bom tambahan yang dijatuhkan langsung ke tempat penampungan," kata Zelenskyy dikutip dari Telegram. Ia menegaskan Rusia pasti tahu lokasi itu karena setiap minggu warga setempat menerima bantuan di sana. Korban tewas termasuk seorang polisi dan dua anggota tim penyelamat.
Dampaknya bagi masyarakat sipil sangat fatal. Serangan ini tidak hanya menghancurkan fasilitas vital, tapi juga mematikan harapan akan gencatan senjata. Zelenskyy menilai aksi ini sebagai sinyal bahwa Moskow memang tidak menginginkan perdamaian. Sementara itu, di wilayah Kharkiv dan Odesa, serangan drone juga melukai belasan warga dan merusak infrastruktur. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 212 drone Ukraina semalam.