ADEN YAMEN: GELAP DAN PANAS YANG TAK BERAKHIR - Berita Dunia
← Kembali

ADEN YAMEN: GELAP DAN PANAS YANG TAK BERAKHIR

Foto Berita

Warga Aden, Yaman, kini harus berjuang lebih keras untuk bertahan hidup di tengah krisis listrik yang tak kunjung usai. Bayangkan, dalam sehari, aliran listrik hanya menyala sekitar 2 hingga 6 jam saja. Akibatnya, hidup warga benar-benar terjebak dalam ritme mati-nyala lampu yang tidak bisa diprediksi.

Dampaknya terasa sangat nyata. Saat suhu udara menyentuh angka 40 derajat Celsius, kipas angin dan AC mati total. Rumah-rumah berubah jadi 'oven' yang menyiksa. Anak-anak sulit tidur, makanan cepat basi karena kulkas mati, dan pekerjaan rumah tangga terbengkalai. Tidak heran, banyak warga—terutama para pemuda—memilih kabur ke tepi pantai. Bukan untuk rekreasi, melainkan mencari angin laut demi menghindari panas menyengat di dalam rumah.

Kondisi ini bukan cuma soal ketidaknyamanan, tapi juga nyawa. Di rumah sakit, listrik adalah harga mati karena alat medis dan perawatan pasien tidak bisa ditunda. Krisis ini sebenarnya bukan barang baru. Sejak perang 2015, infrastruktur pembangkit yang tua, kelangkaan bahan bakar, hingga mahalnya premi asuransi kapal tanker pengangkut bahan bakar membuat pasokan listrik semakin rapuh. IMF mencatat, kelemahan struktural ini membuat Aden terus berada dalam kegelapan, memaksa warga hidup dengan ketidakpastian kapan lampu akan kembali menyala.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook