Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memicu kontroversi baru menjelang pemilu. Melalui media sosial X, ia menuduh warga Palestina di Israel 'menyerbu TPS dan mencuri suara'. Netanyahu bahkan menyebut mereka pendukung Ikhwanul Muslimin dan mengajak pendukung kanan untuk turun ke TPS karena situasi dianggap 'hidup atau mati'.
Pernyataan ini langsung dibalas keras oleh politisi Arab. Yousef Jabareen dari Partai Joint List menilai Netanyahu sedang membangun narasi kebencian untuk menyelamatkan kekuasaannya. Mansour Abbas dari United Arab List menyebut tuduhan itu sebagai taktik menakut-nakuti untuk menggerakkan suara kanan.
Di sisi lain, organisasi HAM Adalah melaporkan adanya kendala nyata di lapangan. Banyak warga Arab melaporkan antrean panjang yang berjalan lambat hingga berhenti, serta kelangkaan surat suara berbahasa Arab. Laporan ini telah diserahkan ke Komite Pemilu Pusat. Politisi Sami Abu Shehadeh justru mengajak warga Arab untuk berbondong-bondong ke TPS, menegaskan bahwa partisipasi mereka adalah kunci perubahan.