RAMADAN YAMAN DIHANTUI TEROR SERANGAN UDARA, AKANKAH TERULANG? - Berita Dunia
← Kembali

RAMADAN YAMAN DIHANTUI TEROR SERANGAN UDARA, AKANKAH TERULANG?

Foto Berita

Suasana Ramadan yang seharusnya damai di Sanaa, Yaman, kini diwarnai kekhawatiran mendalam. Ancaman serangan udara dan konflik yang memanas antara milisi Houthi dan Amerika Serikat membayangi, menghidupkan kembali trauma kelam dari insiden mengerikan Ramadan tahun lalu yang menewaskan ratusan warga sipil.

Bagi Ahmed Abdu, kenangan serangan udara yang menghanguskan motornya dan melukai sembilan orang di lingkungannya pada Ramadan lalu masih membekas jelas. Peristiwa kelam itu, hanya berselang semenit setelah ia mengantarkan paket makanan, menjadi simbol nyata horor yang terus menghantui warga Sanaa setiap kali ketegangan regional meningkat. Kota ini, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, kembali dihantui rasa takut menjelang bulan suci, setelah operasi militer AS bernama 'Rough Rider' tahun lalu menewaskan setidaknya 224 warga sipil, sebagian besar terjadi selama Ramadan. Washington mengklaim operasi dua bulan itu menargetkan infrastruktur militer Houthi sebagai balasan atas serangan mereka terhadap kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah, sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza.

Kini, Houthi yang mengendalikan sebagian besar Yaman barat laut, termasuk Sanaa, semakin gencar menyuarakan ancaman mereka. Belum lama ini, ribuan pendukung Houthi menggelar protes besar di Sanaa, menyatakan kesiapan 'untuk babak selanjutnya' dalam konfrontasi dengan musuh lokal maupun asing. Mereka menegaskan dukungan penuh terhadap Iran dan Hezbollah Lebanon, bahkan mengancam akan campur tangan militer jika AS berani menyerang Iran. Mohammed al-Bukhaiti, salah satu petinggi Houthi, bahkan secara gamblang memperingatkan AS bahwa serangan terhadap Iran sama saja menyulut perang besar di kawasan. 'Kami adalah orang-orang yang bertindak, bukan sekadar bicara,' ujarnya.

Ancaman ini tentu saja makin membuat warga biasa seperti Ahmed dan Faisal Abdulkareem, seorang pekerja konstruksi, dilanda kegelisahan. Mereka takut Yaman akan kembali menjadi sasaran empuk pesawat tempur AS, seperti yang terjadi berulang kali di masa lalu. Luka-luka akibat serangan dan balasan di Yaman yang sudah porak-poranda perang masih segar. Bagi mereka, harapan terbesar adalah agar Ramadan tahun ini bisa dilewati tanpa raungan pesawat tempur, ledakan rudal, atau kobaran api yang mengerikan, semata-mata demi secercah kedamaian di tengah ketidakpastian yang tak berujung.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook