Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran makin memanas, menyusul ancaman serius dari Presiden AS Donald Trump. Ia kembali melontarkan peringatan keras untuk serangan militer besar-besaran terhadap Iran jika Teheran tak kunjung mau mengerem program nuklir dan rudal balistiknya.
Ancaman Trump tak main-main. Sebuah āarmada besarā dikabarkan sudah bergerak menuju kawasan, termasuk kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi pengerahan kapal perang raksasa ini ke Timur Tengah dengan alasan untuk āmempromosikan keamanan dan stabilitas regional.ā
Di sisi lain, Iran menunjukkan kesiapsiagaan penuh. Teheran gencar melancarkan upaya diplomatik dengan sejumlah negara, termasuk Turkiye, untuk meredakan situasi dan mencegah perang terbuka. Namun, Iran juga menegaskan tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman dan menyatakan siap siaga 200 persen untuk membela diri. Bahkan, Angkatan Darat Iran baru-baru ini mengumumkan penambahan 1.000 drone āstrategisā baru, mencakup jenis serangan satu arah, tempur, pengintaian, hingga sistem berkemampuan siber, yang dirancang untuk menyerang target di darat, udara, dan laut.
Situasi genting ini bukan yang pertama. Ancaman Trump sempat surut setelah ada jaminan soal nasib demonstran di Iran yang sebelumnya diguncang protes besar akibat kondisi ekonomi yang memburuk, namun kini kembali diperbarui. Iran juga mengingatkan bahwa AS pernah menyerang fasilitas nuklir mereka tepat saat negosiasi akan dimulai. Dalam konflik sebelumnya dengan Israel, rudal Iran bahkan sempat menembus sistem pertahanan Iron Dome, sebuah alarm bagi Tel Aviv dan Washington.
Ancaman perang antara dua kekuatan ini berpotensi besar mengguncang stabilitas regional Timur Tengah yang sudah rapuh, bahkan bisa memicu krisis kemanusiaan. Selain itu, jika konflik pecah, pasokan minyak global bisa terganggu signifikan, memicu lonjakan harga yang akan berdampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Upaya diplomasi kini jadi taruhan terakhir untuk mencegah eskalasi yang lebih parah.