KRAKOW, POLANDIA - Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, dengan tegas menyebut aksi penembakan brutal yang mengguncang kota Krakow sebagai tindakan 'terorisme'. Insiden mengerikan ini menelan korban jiwa sebanyak enam orang dan melukai 15 lainnya.
Yang membuat kasus ini semakin mencekam, pihak berwenang menemukan tiga jasad tambahan di kediaman sang pelaku. Ketiga korban tersebut diduga kuat merupakan anggota keluarga pelaku sendiri. Temuan ini mengindikasikan bahwa aksi tersebut mungkin dipicu oleh konflik internal keluarga yang berujung pada amukan massal.
Analisis Dampak: Insiden ini sontak memicu kekhawatiran baru terkait keamanan publik di Eropa, terutama menjelang musim liburan. Masyarakat Krakow diimbau untuk tetap waspada, sementara otoritas setempat tengah mendalami motif pelaku, apakah murni kriminalitas rumah tangga atau memiliki kaitan dengan jaringan teror yang lebih luas.