ANTHROPIC BONCOS $80 MILIAR SEBELUM IPO - Berita Dunia
← Kembali

ANTHROPIC BONCOS $80 MILIAR SEBELUM IPO

Foto Berita

Jakarta - Raksasa kecerdasan buatan (AI) Anthropic mencatatkan kerugian bersih yang fantastis, menembus angka $80 miliar pada paruh pertama 2026. Angka ini melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang 'hanya' $13 miliar, menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip Reuters, Selasa (24/11).

Meski begitu, kerugian ini bukan sepenuhnya karena operasional yang terbakar. Sekitar $72 miliar di antaranya berasal dari beban akuntansi terkait perubahan nilai surat utang konversi dan instrumen keuangan lain yang diterbitkan perusahaan untuk menggalang dana. Angka ini terungkap dalam draf prospektus yang diajukan ke regulator keuangan jelang penawaran umum perdana (IPO) yang dinanti-nantikan.

Di balik angka merah tersebut, pendapatan Anthropic justru melesat tajam. Pendapatan perusahaan pembuat chatbot Claude ini melonjak menjadi $16,3 miliar pada semester I-2026, dari sebelumnya hanya $1,1 miliar setahun lalu. Namun, biaya infrastruktur AI mereka ikut meroket hampir empat kali lipat menjadi hampir $9 miliar.

Perusahaan juga mengisyaratkan potensi belanja modal raksasa hingga $750 miliar dalam beberapa tahun ke depan untuk menambah kapasitas komputasi, termasuk kemungkinan akuisisi. Langkah ini menunjukkan betapa mahalnya 'perang' di industri AI, meski investor mulai mempertanyakan apakah investasi besar-besaran pada chip dan pusat data ini akan membuahkan hasil.

Dampaknya bagi publik, laporan ini memicu spekulasi valuasi. Sejumlah investor yang hadir dalam investor day di San Francisco pekan lalu disebut mulai mempertimbangkan valuasi yang lebih rendah, sekitar $1,5 triliun. Angka ini turun signifikan dari ekspektasi sebelumnya di kisaran $2 triliun untuk penjualan saham pada November mendatang.

Selain soal keuangan, Anthropic juga mencantumkan faktor risiko serius. Mereka mengakui masih ada ketidakpastian dalam mencegah produk mereka disalahgunakan, mulai dari serangan siber canggih hingga potensi pemerasan oleh model AI yang lepas kendali. Perusahaan juga baru-baru ini memperingatkan bahwa AI bisa saja mampu mereplikasi diri di perangkat rumah tangga dalam hitungan bulan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook