SKANDAL TRUMP CS DIDUGA BAYAR POLITISI BOSNIA - Berita Dunia
← Kembali

SKANDAL TRUMP CS DIDUGA BAYAR POLITISI BOSNIA

Foto Berita

Laporan mengejutkan datang dari The New York Times yang mengungkap keterlibatan dua orang kepercayaan Presiden AS Donald Trump dalam politik Bosnia dan Herzegovina. James Blair dan Chris LaCivita dilaporkan menerima bayaran ratusan ribu dolar untuk memberikan nasihat kepada Milorad Dodik, politisi pro-Rusia yang kontroversial, menjelang pemilihan parlemen pada Minggu lalu.

Blair saat ini memimpin MAGA Inc, organisasi penggalangan dana utama Trump, sementara LaCivita adalah penasihat senior Trump. Keduanya belum memberikan komentar resmi terkait kunjungan dan pembayaran tersebut. Kabar ini langsung memicu gelombang kritik dari dalam Partai Republik sendiri, yang mempertanyakan etika dan potensi konflik kepentingan.

Dodik sendiri adalah figur yang memiliki sejarah panjang dan rumit. Ia pernah dipuji oleh Madeleine Albright sebagai 'angin segar' bagi Balkan pada era 1990-an, namun kini dikenal sebagai politisi pro-Rusia yang mendorong pemisahan diri Republika Srpska dari Bosnia dan Herzegovina. Pengadilan Bosnia bahkan telah melarangnya mencalonkan diri dalam pemilihan tahun ini setelah ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena menolak keputusan utusan internasional yang mengawasi perjanjian damai Dayton 1995.

Meski dilarang, Dodik tetap berkampanye dan partainya, SNSD, meraih kemenangan besar dengan lebih dari 55 persen suara di wilayah Republika Srpska. Kemenangan ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik baru di kawasan yang pernah dilanda perang berdarah pada 1990-an.

Analisis Dampak: Keterlibatan orang dekat Trump dalam politik Bosnia bisa memperlemah posisi AS sebagai penjaga stabilitas Balkan. Jika benar ada pembayaran, ini bisa dianggap sebagai pengkhianatan terhadap prinsip demokrasi dan perdamaian yang selama ini dijunjung AS. Bagi masyarakat Bosnia, kemenangan Dodik yang didukung kekuatan asing bisa mempercepat agenda pemisahan diri dan memicu ketegangan etnis yang belum sepenuhnya sembuh.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook