TEROBOSAN SPANYOL: SETENGAH JUTA MIGRAN ILEGAL SEGERA LEGAL! - Berita Dunia
← Kembali

TEROBOSAN SPANYOL: SETENGAH JUTA MIGRAN ILEGAL SEGERA LEGAL!

Foto Berita

Spanyol membuat gebrakan besar yang berbeda dari tren di banyak negara Eropa dan Amerika Serikat. Pemerintah Spanyol berencana memberikan status hukum kepada sekitar 500.000 migran tanpa dokumen. Kebijakan ini bukan hanya soal kemanusiaan, tapi juga strategi cerdas untuk mengatasi masalah demografi dan ekonomi negara.

Menteri Migrasi Spanyol, Elma Saiz, menyebut langkah ini akan membawa "dampak positif" karena para migran bisa bekerja secara legal di sektor apa pun dan di mana saja di seluruh negeri. Perdana Menteri Pedro Sanchez pun menegaskan bahwa Spanyol butuh tenaga kerja migran untuk mengisi kekosongan, terutama di tengah populasi yang menua. Situasi ini, jika tidak diatasi, bisa membebani sistem pensiun dan kesejahteraan negara.

Rencana legalisasi ini menawarkan harapan baru bagi banyak individu seperti Joel Caceda, seorang migran asal Peru yang bertahun-tahun bekerja di "ekonomi gelap" Spanyol. Dengan status legal, ia bisa mendapatkan hak-hak dasar seperti tempat tinggal yang layak dan kehidupan yang lebih baik. Kisah Joel mencerminkan ribuan migran lain yang telah berkontribusi pada ekonomi Spanyol tanpa pengakuan resmi. Ousman Umar, pendiri NASCO Feeding Minds, juga menyambut baik kebijakan ini, menekankan bahwa legalisasi akan membuat para migran membayar pajak dan iuran jaminan sosial, yang sangat krusial bagi negara dengan angka kelahiran rendah.

Berbeda dengan Denmark, Jerman, Austria, atau Amerika Serikat yang cenderung memperketat kebijakan imigrasi, langkah Spanyol ini dipuji sebagai pendekatan yang manusiawi dan masuk akal. Laetitia Van der Vennet dari Platform for Undocumented Immigrants melihat ini sebagai kontras positif di tengah gelombang sentimen anti-migran yang menyebar di kedua sisi Atlantik. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menguntungkan para migran, tetapi juga seluruh masyarakat Spanyol secara ekonomi dan sosial, dengan mengubah kontribusi 'bawah tanah' menjadi pemasukan resmi bagi negara.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook