Ribuan warga membanjiri kota Bani Walid, Libya, untuk menghadiri pemakaman Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan diktator Muammar Gaddafi. Kepergian sosok penting ini menyusul kabar tragis pembunuhannya pada Selasa lalu. Saif al-Islam dikenal sebagai salah satu putra Muammar Gaddafi yang paling menonjol dan masih aktif dalam pusaran politik Libya pasca-jatuhnya rezim ayahnya.
Pemakaman yang dihadiri massa ini tak hanya menandai berakhirnya perjalanan salah satu figur sentral dari era Gaddafi, tetapi juga mencerminkan ketegangan dan ketidakstabilan yang masih melanda Libya. Bani Walid sendiri merupakan kota yang dikenal sebagai kantung kuat loyalis Gaddafi, sehingga kehadiran ribuan pelayat di sana menunjukkan betapa sosoknya masih memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat. Kematian mendadak seorang tokoh kaliber Saif al-Islam ini berpotensi memicu gelombang pertanyaan baru tentang dinamika kekuasaan dan stabilitas politik di Libya, yang telah lama bergulat dengan konflik dan perpecahan pasca-revolusi.