Jakarta - Sebuah tragedi kembali mewarnai krisis keamanan di Nigeria Barat Laut. Mayjen (Purn) Rabe Abubakar, mantan juru bicara militer Nigeria periode 2015-2017, ditemukan tewas setelah diculik oleh kelompok bersenjata. Ia diculik bersama istrinya saat dalam perjalanan menuju acara pernikahan di negara bagian Katsina pada 30 Mei lalu.
Militer Nigeria mengkonfirmasi kabar duka ini pada hari Kamis (10/6). Dalam pernyataan resmi, pihak militer menyebutkan bahwa mereka sengaja tidak mengomentari penculikan tersebut di muka umum selama proses penyelamatan berlangsung. 'Demi menghormati upaya penyelamatan, kami menahan komentar publik dan mengerahkan seluruh sumber daya operasional,' demikian bunyi pernyataan militer.
Sebelum berita kematiannya beredar, sebuah video di media sosial memperlihatkan Abubakar dalam kondisi disandera dengan luka di kaki kirinya, bersama istri dan sejumlah sandera lainnya. Hingga berita ini diturunkan, nasib istri Abubakar masih belum diketahui.
Analisis Dampak: Kejadian ini menjadi bukti betapa gentingnya situasi keamanan di Nigeria bagian barat laut. Kawasan ini selama bertahun-tahun diteror oleh geng kriminal yang dikenal sebagai 'bandit'. Mereka tidak hanya melakukan penculikan untuk tebusan, tetapi juga merampok ternak dan menyerang pemukiman warga. Ironisnya, target mereka kini merambah pada tokoh militer senior yang sudah pensiun. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun warga yang benar-benar aman, termasuk mereka yang pernah memiliki jabatan tinggi di pemerintahan.
Menurut laporan dari berbagai media lokal, Katsina adalah salah satu negara bagian yang paling parah terkena dampak kekerasan ini. Selain geng 'bandit', kelompok militan jihadis juga diketahui beroperasi di kawasan tersebut. Bahkan, pada Desember tahun lalu, Amerika Serikat melancarkan serangan udara di negara bagian Sokoto yang diduga sebagai markas militan. Kasus Abubakar ini mempertegas bahwa Nigeria menghadapi tantangan keamanan yang kompleks dan membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dari pemerintah pusat.