AS JUAL SENJATA MILIARAN, SITUASI GAZA MEMANAS? - Berita Dunia
← Kembali

AS JUAL SENJATA MILIARAN, SITUASI GAZA MEMANAS?

Foto Berita

Amerika Serikat baru saja mengizinkan penjualan paket senjata senilai $6.67 miliar kepada Israel. Persetujuan ini, yang diumumkan Jumat lalu oleh Departemen Luar Negeri AS, mencakup puluhan helikopter serang Apache yang dikenal sering digunakan dalam operasi militer Israel di Jalur Gaza. Langkah ini tentu saja menuai sorotan tajam di tengah konflik dan gencatan senjata yang masih rapuh.

Detailnya, Israel diizinkan membeli 30 helikopter tempur Apache senilai $3.8 miliar dan kendaraan serbu infanteri seharga $1.98 miliar. Kontrak militer lainnya senilai $740 juta juga disetujui, ditambah $150 juta untuk helikopter utilitas ringan. Boeing dan Lockheed Martin menjadi pemasok utama helikopter Apache ini, menurut laporan Reuters.

Penggunaan helikopter Apache oleh militer Israel sudah sering disorot. Mereka dilaporkan telah menembaki warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, di mana konflik sejak Oktober 2023 telah merenggut setidaknya 71.662 nyawa, menurut data pejabat kesehatan Gaza. Bahkan setelah gencatan senjata disepakati, serangan masih terjadi, menewaskan hampir 500 orang.

Washington berdalih bahwa penjualan senjata ini adalah bentuk komitmen AS terhadap keamanan Israel, serta vital bagi kepentingan nasional Amerika untuk membantu Israel memiliki kemampuan pertahanan diri yang kuat. Namun, argumen ini ditentang keras oleh berbagai kelompok hak asasi manusia dan pakar PBB. Mereka mendesak AS untuk menghentikan pengiriman senjata, karena dinilai justru memicu Israel melancarkan tindakan yang mereka sebut sebagai genosida di Gaza.

Di sisi lain, dalam keputusan terpisah, AS juga menyetujui penjualan rudal Patriot senilai $9 miliar kepada Arab Saudi. Rudal ini digunakan untuk pertahanan udara dari serangan masuk. Persetujuan ini datang di tengah peningkatan ketegangan regional, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kapal perang AS telah diposisikan di dekat Iran. Menariknya, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sebelumnya telah menegaskan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa kerajaannya tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan untuk operasi militer apa pun terhadap Iran, dari pihak manapun. Ini menunjukkan dinamika geopolitik yang kompleks di Timur Tengah, di mana AS terus memperkuat sekutu-sekutunya dengan persenjataan canggih di tengah ancaman regional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook