MENGAPA BENDERA AUSTRALIA SETENGAH TIANG? - Berita Dunia
← Kembali

MENGAPA BENDERA AUSTRALIA SETENGAH TIANG?

Foto Berita

Australia sedang diselimuti suasana duka mendalam. Seluruh negeri menetapkan hari berkabung nasional, dengan bendera dikibarkan setengah tiang, untuk menghormati para korban penembakan massal yang mengguncang Pantai Bondi, Sydney, bulan lalu. Tragedi memilukan ini menewaskan 15 orang, sebagian besar di antaranya adalah warga Yahudi, termasuk seorang anak berusia 10 tahun.

Pada Kamis ini, momen hening cipta nasional dijadwalkan pada pukul 19:01 waktu Sydney. Berbagai layanan peringatan juga digelar, seperti di ikonik Sydney Opera House dan Chabad House di Bondi, sebuah pusat komunitas Yahudi. Peringatan ini mengusung tema penuh harapan: "Cahaya akan Menang". Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Australia bahkan menampilkan instalasi cahaya khusus di Canberra, ibu kota, dan kota-kota lain, berupa pilar-pilar cahaya yang masing-masing melambangkan satu dari 15 korban tewas.

Tak hanya mengenang korban, acara ini juga memberikan penghargaan kepada para pahlawan yang sigap bertindak. Mulai dari para responden pertama hingga Ahmed al-Ahmed, pemilik toko di Bondi, yang dengan berani berhasil merebut senjata dari salah satu pelaku. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengungkapkan kesedihannya. Menurut Albanese, Bondi bukan sekadar pantai indah, melainkan simbol pelukan hangat dan penerimaan yang harusnya damai. "Insiden itu adalah serangan tragis, bukan hanya terhadap warga Yahudi Australia, tetapi juga terhadap cara hidup Australia," tegasnya.

Tragedi ini menjadi serangan paling mematikan dalam 30 tahun terakhir di Australia. Diketahui, pelaku utama, Sajid Akram (50), seorang warga negara India, tewas ditembak polisi di lokasi kejadian. Anaknya, Naveed (24), warga negara Australia kelahiran setempat, kini mendekam di penjara setelah didakwa atas tindakan terorisme dan 15 pembunuhan. Polisi menyebut keduanya terinspirasi oleh kelompok ISIL (ISIS).

Menyusul insiden berdarah ini, pemerintah Australia tak tinggal diam. Parlemen negara itu telah menyetujui undang-undang senjata api yang lebih ketat minggu ini. Aturan baru ini mencakup skema pembelian kembali senjata api oleh pemerintah dan pemeriksaan izin senjata yang lebih ketat. Tak hanya itu, PM Albanese juga telah meluncurkan komisi khusus untuk menyelidiki anti-Semitisme dan memperkuat kohesi sosial sebagai bagian dari upaya lebih luas memerangi kejahatan kebencian di negeri kanguru.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook