Real Madrid secara mengejutkan takluk 0-1 dari Getafe di kandang sendiri, Santiago Bernabeu, Senin kemarin. Gol indah Martin Satriano menjadi mimpi buruk bagi Los Blancos, menandai kekalahan kedua beruntun mereka di La Liga dan membuat jarak dengan pemimpin klasemen, Barcelona, melebar.
Meskipun Real Madrid mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, pasukan Alvaro Arbeloa gagal mengonversinya menjadi gol. Getafe yang bermain disiplin mampu mencuri gol di menit ke-39 lewat tendangan voli Satriano dari tepi kotak penalti, memanfaatkan bola muntah dengan sempurna. Performa yang tidak efektif ini jelas membuat fans di Bernabeu frustrasi.
Kekalahan ini semakin terasa pahit setelah Real Madrid juga kalah dari Osasuna pekan sebelumnya, membiarkan rival abadi mereka, Barcelona, unggul empat poin di puncak klasemen. Absennya megabintang Kylian Mbappe yang cedera lutut disebut-sebut sangat memengaruhi daya gempur Madrid. Bahkan, Franco Mastantuono harus diusir wasit di menit-menit akhir pertandingan karena protes berlebihan, menambah kelam malam itu bagi El Real.
Pelatih Arbeloa mengakui timnya bermain lebih baik dan memiliki peluang lebih jelas, namun ia juga mengakui Getafe bermain gemilang dan berhasil memaksimalkan kesempatan. Performa Vinicius Junior dkk. dinilai tidak padu dan kurang menggigit, sebuah sinyal bahaya menjelang laga krusial melawan Celta Vigo di La Liga dan menjamu Manchester City di Liga Champions, dengan pertanyaan besar apakah Mbappe bisa pulih tepat waktu untuk laga-laga penentu tersebut.