Sebuah kisah menyayat hati sekaligus penuh harapan datang dari Iran. Tim penyelamat Bulan Sabit Merah Iran berhasil mengevakuasi seorang balita mungil dari tumpukan reruntuhan bangunan yang hancur lebur. Penyelamatan dramatis ini terjadi pasca serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang mengguncang wilayah tersebut, tepatnya pada Sabtu kemarin.
Namun, di balik kisah penyelamatan yang mengharukan, terkuak fakta pilu dampak konflik. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Iran, serangan-serangan yang dilancarkan AS dan Israel telah merenggut nyawa lebih dari 230 anak-anak dan melukai setidaknya 1.800 lainnya di Iran. Angka ini menunjukkan betapa masifnya dampak kemanusiaan dari eskalasi konflik di kawasan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan harga mahal dari setiap konflik bersenjata, di mana warga sipil, khususnya anak-anak, seringkali menjadi korban paling rentan. Situasi ini juga memperkeruh tensi geopolitik antara Iran dengan AS dan Israel, memicu kekhawatiran global akan stabilitas kawasan Timur Tengah yang kerap bergejolak. Dunia menyoroti perlindungan warga sipil dalam setiap operasi militer, terutama saat dampaknya begitu parah pada generasi penerus.