IBU PLAZA DE MAYO: 50 TAHUN CARI KEADILAN, TERANCAM PEMERINTAH BARU - Berita Dunia
← Kembali

IBU PLAZA DE MAYO: 50 TAHUN CARI KEADILAN, TERANCAM PEMERINTAH BARU

Foto Berita

Sudah setengah abad berlalu sejak kudeta militer di Argentina, namun perjuangan para Ibu Plaza de Mayo untuk menemukan anak-anak mereka yang hilang tak pernah padam. Mereka terus beraksi setiap minggu di Plaza de Mayo, Buenos Aires, menuntut keadilan bagi para korban penculikan selama kediktatoran militer Argentina dari tahun 1976 hingga 1983.

Gerakan ini berawal pada tahun 1977, ketika Taty Almeida, seorang guru yang kini berusia 95 tahun, bergabung dengan para ibu lain yang senasib. Mereka kehilangan sanak keluarga, termasuk anak Almeida, Alejandro, seorang mahasiswa kedokteran yang diculik pasukan paramiliter. Para Ibu ini tak menyerah, bahkan kini mereka juga ditemani kerabat lain dalam aksi mingguan mereka.

Sayangnya, di tengah semangat tak kenal lelah ini, perjuangan mereka dihadapkan pada tantangan baru. Di bawah kepemimpinan Presiden Javier Milei, pemerintah Argentina justru mengalihkan sumber daya yang seharusnya untuk mencari keadilan. Milei bahkan secara terbuka meremehkan kekejaman yang terjadi di masa lalu, menyebutnya sebagai 'kelebihan'.

Tindakan pemerintah ini membuat Almeida khawatir sejarah akan diputarbalikkan dan pelanggaran hak asasi manusia akan ditolak. Ini menjadi alasan kuat mengapa keberadaan Mothers of the Plaza de Mayo sebagai organisasi sangat penting untuk menjaga memori kolektif, kebenaran, dan keadilan.

Situasi ini tak luput dari perhatian dunia. Para pakar hak asasi manusia PBB, yang sebelumnya menjadikan Argentina sebagai 'tolok ukur global' dalam penanganan pelanggaran HAM, kini mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam 'kemunduran mengkhawatirkan'. Mereka menilai, kemajuan yang telah dicapai selama empat dekade terakhir kini terancam, dan kepemimpinan global Argentina dalam isu ini mengalami penurunan pesat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook