Bek Manchester United, Lisandro Martinez, akhirnya angkat bicara soal kritik pedasnya terhadap manajemen klub. Dalam unggahan di Instagram, pemain asal Argentina itu mengaku melontarkan kritik tersebut karena rasa frustrasi yang mendalam usai timnya kalah 0-2 dari Atletico Madrid di ajang Liga Champions.
Martinez menegaskan, kritiknya bukan bentuk pembangkangan, melainkan cerminan keinginannya melihat Setan Merah kembali bersaing di level tertinggi. Ia menyoroti kurangnya investasi dalam skuad dan mempertanyakan kinerja Direktur Sepak Bola, Jason Wilcox, dalam merekrut pemain.
Meski begitu, Martinez juga tidak lepas tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa para pemain adalah pihak pertama yang harus tampil lebih baik dan bertanggung jawab atas performa tim yang tengah terpuruk. Kekalahan dari Atletico memperpanjang rekor tanpa kemenangan United menjadi lima laga di semua kompetisi, yang membuat posisi pelatih Michael Carrick semakin panas.
Analisis Dampak: Kritik terbuka dari pemain senior seperti Martinez menjadi sinyal bahaya bagi stabilitas ruang ganti Manchester United. Ini mencerminkan adanya ketidakpuasan terhadap arah kebijakan klub, yang bisa memicu ketegangan antara pemain dan manajemen. Bagi penggemar, situasi ini menambah kekhawatiran bahwa klub kesulitan kembali ke jalur juara tanpa perubahan struktural yang signifikan.