GUADALAJARA MENCEKAM: PIALA DUNIA 2026 DI AMBANG BAHAYA! - Berita Dunia
← Kembali

GUADALAJARA MENCEKAM: PIALA DUNIA 2026 DI AMBANG BAHAYA!

Foto Berita

Pemerintah Meksiko dihadapkan pada tantangan berat menjelang Piala Dunia 2026. Salah satu kota tuan rumah, Guadalajara, baru saja diguncang gelombang kekerasan kartel brutal menyusul tewasnya seorang gembong narkoba paling dicari dalam operasi militer.

Nemesio “El Mencho” Oseguera, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) sekaligus figur paling diburu di Meksiko dan AS, dikabarkan tewas dalam serangan militer sekitar 130 km dari Guadalajara. Kematiannya sontak memicu reaksi berang dari kartel, mengakibatkan baku tembak mematikan yang menewaskan sedikitnya 57 orang, termasuk tentara dan anggota kartel. Dampaknya meluas, dengan blokade jalan di 20 negara bagian, pembakaran bus dan bisnis, hingga memaksa pembatalan pertandingan sepak bola lokal serta penutupan sekolah di Jalisco dan belasan negara bagian lain. Jalanan Guadalajara pun nyaris kosong dan bisnis tutup.

Ironisnya, Guadalajara adalah salah satu kota yang akan menggelar empat pertandingan Piala Dunia 2026. Situasi mencekam ini menimbulkan kekhawatiran serius akan keamanan gelaran akbar tersebut, mengingat turnamen ini juga dihelat bersama Amerika Serikat dan Kanada. Pemerintah negara bagian Jalisco, yang beribukota Guadalajara, berencana mengerahkan teknologi canggih seperti drone, peralatan anti-drone, hingga sistem pengawasan video berbasis AI untuk menjamin keamanan Piala Dunia.

Namun, upaya ini dipertanyakan di tengah rekam jejak Jalisco sebagai salah satu negara bagian dengan kasus ‘penghilangan paksa’ tertinggi di Meksiko, dengan lebih dari 12.500 laporan orang hilang. Guadalajara sendiri menjadi pusat kasus ini, di mana banyak warganya hilang akibat kekerasan terkait narkoba, seringkali ditemukan dalam kuburan massal. Para aktivis dan warga lokal menyuarakan kekecewaan. Mereka menilai, status tuan rumah Piala Dunia terasa “grotesque” di tengah realitas kelam ini. “Negeri ini merayakan gol, sementara kami di sini mencari (anggota keluarga yang hilang),” ujar Carmen Ponce, seorang aktivis yang juga mencari saudaranya yang hilang. Kondisi ini memperlihatkan dilema besar antara ambisi global dan krisis kemanusiaan yang mendalam. FIFA sendiri memilih bungkam menanggapi kekerasan di salah satu kota tuan rumahnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook