Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat langkah mengejutkan dengan membentuk sebuah 'Dewan Perdamaian'. Badan ini ditugaskan untuk mengawasi masa transisi pasca-perang di Gaza. Namun, pembentukan dewan ini langsung menimbulkan kontroversi.
Pasalnya, Trump menunjuk beberapa nama yang dikenal sering memicu perdebatan sebagai anggota kunci dewan. Sebut saja mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan menantunya sendiri, Jared Kushner, yang seringkali menjadi sorotan publik.
Yang menarik, Israel justru menyampaikan keberatan atas pembentukan dewan ini. Padahal, badan ini dipimpin oleh AS yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Israel. Penolakan dari Israel ini menjadi sorotan, mengingat biasanya mereka akan mendukung inisiatif AS terkait isu Timur Tengah.
Di sisi lain, kritikus juga tidak tinggal diam. Mereka memperingatkan bahwa badan yang dipimpin AS ini justru berpotensi mengabaikan atau bahkan menyingkirkan suara-suara penting dari pihak Palestina dalam proses transisi Gaza. Hal ini dikhawatirkan akan memperkeruh situasi alih-alih membawa solusi damai yang menyeluruh.