Badan Meteorologi Australia (BOM) mengeluarkan peringatan serius: fenomena El Nino yang baru terbentuk di Pasifik tropis diprediksi bakal menjadi salah satu yang terkuat dalam tujuh dekade terakhir. Dalam pernyataan resmi pada Selasa lalu, BOM mengonfirmasi suhu permukaan laut telah melampaui ambang batas El Nino dan indikator atmosfer juga menunjukkan fenomena ini sudah dimulai.
"Prakiraan menunjukkan peristiwa El Nino yang kuat hingga sangat kuat, berdasarkan luasnya pemanasan di Pasifik tropis bagian tengah. Sekitar setengah dari model memperkirakan puncak kejadian ini bisa masuk dalam level tertinggi yang pernah diamati sejak 1950," tulis BOM dalam laporannya.
Dampak globalnya sudah mulai terlihat. Amerika diprediksi bakal diguyur hujan deras, sementara Asia akan mengalami kondisi kering dan panas yang mengganggu musim tanam. Australia, sebagai salah satu eksportir gandum, gula, dan daging sapi terbesar dunia, menjadi pihak paling rentan karena produksi pertaniannya terancam gagal panen.
Yang membuat situasi semakin genting, para ilmuwan memperingatkan perubahan iklim akan memperparah dampak El Nino tahun ini. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan respons global darurat. "Satu-satunya respons yang efektif adalah aksi iklim yang setara dengan krisis ini – mengakhiri kecanduan bahan bakar fosil, mempercepat transisi ke energi terbarukan, melindungi yang paling rentan, dan menyediakan sistem peringatan dini untuk semua," tegasnya.
El Nino terakhir melanda Australia pada 2023-2024 dan menyebabkan periode tiga bulan terkering dalam sejarah. Sebelumnya, peristiwa besar pada 2015-2016 memicu kekeringan luas dan menurunkan produksi minyak nabati serta biji-bijian. Catatan sejarah bahkan menyebut El Nino pada 1877 dan 1878 memicu bencana kelaparan yang menewaskan jutaan orang.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan probabilitas El Nino berlangsung hingga November 2026 mencapai 90 persen. Ini bukan sekadar ramalan cuaca biasa, melainkan peringatan darurat iklim yang membutuhkan aksi nyata sekarang juga.