PERANG TIMTENG: BIKIN MRI LANGKA, HP MAKIN MAHAL? - Berita Dunia
← Kembali

PERANG TIMTENG: BIKIN MRI LANGKA, HP MAKIN MAHAL?

Foto Berita

Bayangkan, MRI yang vital untuk diagnosis medis atau chip canggih di smartphone Anda tiba-tiba jadi langka. Bukan, ini bukan skenario film fiksi ilmiah, melainkan ancaman nyata yang kini membayangi dunia. Penyebabnya? Konflik geopolitik di Timur Tengah yang tanpa disadari mengganggu pasokan gas penting bernama helium.

Kelangkaan gas helium global kini menjadi isu serius. Pasokan vital untuk mesin MRI di rumah sakit dan industri semikonduktor berteknologi tinggi itu terganggu parah. Bayangkan saja, sepertiga dari seluruh pasokan helium dunia kini terancam macet.

Kekacauan ini bermula dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Respon Iran, termasuk pembatasan pengiriman dan penghentian produksi di beberapa titik, menjadi pemicu utamanya. Qatar, sebagai salah satu produsen helium terbesar di dunia, menyumbang sekitar sepertiga dari total produksi global. Kini, ekspornya terhambat.

Jalur pengiriman utama, Selat Hormuz, menjadi titik krusial. Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sempat menyatakan selat ini 'tertutup' atau memberlakukan aturan ketat yang mengharuskan kapal mendapatkan izin Tehran untuk melintas. Akibatnya, lalu lintas pengiriman melalui selat itu nyaris terhenti total, kecuali untuk beberapa kapal dari India, Pakistan, dan China.

Gangguan ini bukan cuma soal jalur laut. Iran juga menyerang fasilitas energi Qatar, termasuk di Ras Laffan dan Mesaieed, yang menyebabkan perusahaan energi milik Qatar, QatarEnergy, menghentikan produksi LNG. Padahal, helium adalah produk sampingan penting dari produksi LNG. QatarEnergy bahkan memperkirakan ekspor helium tahunannya akan turun 14 persen setiap tahun.

Dampak kelangkaan helium ini tak main-main. Di sektor medis, kita bisa melihat penundaan jadwal pemeriksaan MRI, yang berarti diagnosis penyakit bisa tertunda dan potensi kenaikan biaya pengobatan. Bagi industri teknologi, kelangkaan ini bisa menghambat produksi chip semikonduktor yang merupakan 'otak' bagi banyak perangkat elektronik kita, dari smartphone hingga komputer, yang berujung pada kenaikan harga atau bahkan kelangkaan produk.

Peristiwa ini sekali lagi menunjukkan betapa rentannya rantai pasok global terhadap gejolak geopolitik regional. Sebuah konflik di satu wilayah bisa memicu efek domino yang terasa hingga ke meja operasi dan saku kita di seluruh dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook