GAZA DI BAWAH KENDALI ISRAEL, NETANYAHU ANCAM TEPI BARAT - Berita Dunia
← Kembali

GAZA DI BAWAH KENDALI ISRAEL, NETANYAHU ANCAM TEPI BARAT

Foto Berita

JAKARTA – Situasi di Jalur Gaza masih jauh dari kata damai meski genjatan senjata telah berjalan selama satu tahun. Fakta terbaru menunjukkan hampir dua pertiga wilayah Gaza kini berada di bawah kendali militer Israel atau terkena pembatasan akses yang ketat.

Serangan udara Israel kembali terjadi di lingkungan Tuffah, Kota Gaza, pada Selasa lalu. Akibatnya, satu orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Duka juga menyelimuti az-Zawayda, Gaza tengah, di mana seorang bocah empat tahun bernama Osama Ahmed Abed meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dari serangan tiga pekan sebelumnya. Total korban jiwa di Gaza sejak Oktober 2023 kini telah menembus angka 74.382 orang.

Otoritas Pertahanan Sipil Gaza menyuarakan keprihatinan mendalam atas pengungsian paksa yang terus terjadi di sekitar "Garis Kuning"—batas wilayah di mana pasukan Israel seharusnya menarik diri berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025. Ledakan besar dan tembakan membabi buta dilaporkan merusak ratusan tenda pengungsi dan melemahkan struktur bangunan yang sebelumnya sudah terkena dampak serangan.

Ironisnya, meski kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat melalui "Dewan Perdamaian" mengklaim telah mengakhiri perang, data lapangan menunjukkan setidaknya 1.400 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dimulai. Lebih dari 80 persen bangunan di Gaza hancur atau rusak parah, dan belum ada administrasi teknokrat Palestina yang berfungsi efektif.

Sementara itu, ketegangan meluas ke Tepi Barat. Serangan Israel di Ramallah dan el-Bireh melukai seorang anak akibat amunisi tajam dan menyebabkan beberapa orang sesak napas akibat gas air mata. Dua jurnalis—Khaled Mattawa dari Palestine TV dan Firas Lutfi dari Sky News Arabia—juga menjadi korban luka saat meliput. Pasukan Israel dilaporkan menyerbu kantor sejumlah LSM Palestina dan kompleks Rumah Sakit Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan videonya menyebut pihaknya sedang mempersiapkan skenario di mana pasukan Otoritas Palestina akan mengalihkan senjata mereka terhadap Israel. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di wilayah tersebut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook