BADAI WASHINGTON POST: CEO MUNDUR USAI PHK MASSAL! - Berita Dunia
← Kembali

BADAI WASHINGTON POST: CEO MUNDUR USAI PHK MASSAL!

Foto Berita

The Washington Post geger! Setelah dua tahun memimpin di tengah badai kritik dan keputusan kontroversial, CEO Will Lewis akhirnya mengundurkan diri. Pengunduran dirinya datang hanya beberapa hari setelah surat kabar bergengsi ini memangkas sepertiga karyawannya, termasuk tim penting di Timur Tengah dan koresponden Ukraina.

Lewis mengumumkan pengunduran diri pada Sabtu lalu melalui pesan kepada karyawan, menyatakan ini adalah “waktu yang tepat” baginya untuk mundur setelah “dua tahun transformasi” yang ia sebut telah membawa perubahan signifikan. Jeff D'Onofrio, Chief Financial Officer (CFO) Post, ditunjuk sebagai pengganti dan langsung mengambil alih pucuk pimpinan.

Masa kepemimpinan Lewis memang penuh gejolak. Selain keputusan PHK massal yang menyasar ratusan jurnalis, termasuk seluruh jajaran tim Timur Tengah dan koresponden yang berbasis di Kyiv, Ukraina, ia juga diterpa isu independensi editorial. Kritik memuncak saat Post memutuskan untuk tidak mengendorse calon presiden 2024, sebuah langkah yang dituding kritikus bertujuan untuk menyenangkan Donald Trump yang saat itu masih menjadi kandidat. Akibat keputusan tersebut, Post dilaporkan kehilangan ratusan ribu pelanggan dan merugi sekitar $100 juta dalam pendapatan tahun 2024.

Tak berhenti di situ, Lewis juga sempat menjadi sorotan pada tahun 2024 karena upayanya merekrut jurnalis Inggris Robert Winnett sebagai editor teratas. Rencana ini batal setelah muncul laporan yang menuduh beberapa karya Winnett di masa lalu bergantung pada catatan yang diperoleh secara curang. Ironisnya, Lewis sendiri absen dari rapat staf penting pekan lalu, di mana karyawan diberitahu via email apakah mereka termasuk yang kehilangan pekerjaan.

Dalam pesannya kepada staf, Lewis berdalih “keputusan sulit” telah diambil selama kepemimpinannya demi mengamankan keberlanjutan jangka panjang surat kabar. Namun, serikat pekerja The Washington Post Guild, yang mewakili karyawan, menilai kepergian Lewis “sudah lama tertunda.” Mereka bahkan melontarkan kritik pedas, menyebut “warisannya adalah upaya penghancuran institusi jurnalisme besar Amerika.” Guild menuntut Jeff Bezos, pemilik The Washington Post, untuk segera membatalkan PHK atau menjual koran tersebut kepada pihak yang bersedia berinvestasi pada masa depannya.

Bezos sendiri, dalam pernyataannya yang menyambut kepemimpinan baru D'Onofrio, tidak menyebut nama Lewis. Ia menyatakan optimis kepemimpinan baru ini diposisikan untuk membawa Post ke “babak selanjutnya yang menarik dan berkembang.” Bezos juga menekankan pentingnya “misi jurnalistik esensial” The Post dan bagaimana data dari pembaca menjadi “peta jalan menuju sukses.”

Peristiwa ini bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan. Ini adalah cerminan dari tantangan besar yang dihadapi industri media global: pergeseran pembaca ke platform digital, tekanan finansial dari menurunnya pendapatan iklan, dan krisis kepercayaan publik. Keputusan PHK massal, terutama di area penting seperti liputan internasional, berpotensi melemahkan kualitas dan jangkauan berita. Di tengah disinformasi yang merajalela, peran media independen yang kuat sangat krusial. Kini, semua mata tertuju pada Jeff Bezos dan kepemimpinan baru. Akankah mereka berhasil menyelamatkan salah satu mercusuar jurnalistik dunia ini dari badai, ataukah riwayatnya akan mengikuti jejak media besar lain yang gagal beradaptasi? Investasi nyata dan komitmen pada kualitas jurnalistik akan menjadi kunci.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook