Gelombang euforia kembali melanda ibu kota Serbia, Belgrade, selama dua malam berturut-turut. Ribuan warga turun ke jalan merayakan kemenangan gerakan protes yang digerakkan oleh mahasiswa dalam pemilihan parlemen. Hasil ini secara resmi mengakhiri dominasi partai mantan Presiden Aleksandar Vucic yang telah lama berkuasa.
Kemenangan ini menjadi titik balik politik signifikan bagi Serbia. Selama bertahun-tahun, Vucic dikenal dengan gaya kepemimpinan yang otoriter dan kontrol ketat terhadap media. Kini, rakyat Serbia menunjukkan bahwa suara generasi muda mampu meruntuhkan tembok kekuasaan yang sudah mengakar. Dampaknya bagi masyarakat adalah harapan baru akan kebebasan berpendapat dan transparansi pemerintahan yang lebih baik.
Meski demikian, tantangan ke depan tidak ringan. Pemerintahan baru yang digawangi kaum muda ini harus segera membuktikan diri mampu mengatasi masalah ekonomi dan korupsi yang selama ini menjadi momok. Masyarakat internasional, terutama Uni Eropa, akan menyoroti stabilitas politik Serbia pasca-pergantian kekuasaan ini.