RASISME PICU TEROR DI AUSTRALIA: DAKWAAN PERTAMA DITEGAKKAN - Berita Dunia
← Kembali

RASISME PICU TEROR DI AUSTRALIA: DAKWAAN PERTAMA DITEGAKKAN

Foto Berita

Gelombang kecaman dan kekhawatiran melanda Australia setelah otoritas di Australia Barat menetapkan upaya pengeboman dalam sebuah unjuk rasa hak-hak masyarakat adat sebagai 'tindakan terorisme'. Seorang pria berusia 31 tahun kini menghadapi dakwaan serius, bahkan bisa diancam hukuman penjara seumur hidup, menandai kasus pertama kalinya dakwaan terorisme semacam ini diterapkan di wilayah tersebut.

Insiden mencekam ini terjadi pada 26 Januari lalu, bertepatan dengan peringatan 'Invasion Day' – hari di mana ribuan warga Australia turun ke jalan untuk menyuarakan dukungan bagi hak-hak 'First Nations people' dan menentang perampasan tanah historis mereka. Di tengah kerumunan massa yang diperkirakan mencapai ribuan orang di Perth Central Business District (CBD), pria tersebut diduga melemparkan alat peledak rakitan dari tasnya. Beruntung, alat berbahaya itu gagal meledak dan tidak ada korban jiwa dilaporkan.

Tim Gabungan Penanggulangan Terorisme Australia Barat (JCTT) dengan tegas menyatakan bahwa serangan ini didorong oleh ideologi kebencian dan rasisme. Ini menjadi peringatan serius akan bahaya ekstremisme di tengah masyarakat. Perdana Menteri Australia Barat, Roger Cook, menyerukan agar insiden semacam ini dikecam habis-habisan, menekankan bahwa dakwaan tersebut menuduh serangan itu menargetkan masyarakat Aborigin dan para pengunjuk rasa damai karena motif rasis.

Dakwaan ini bukan sekadar penegakan hukum biasa; ia menjadi cermin tantangan besar yang masih dihadapi Australia dalam mengatasi ketimpangan dan rasisme terhadap masyarakat adatnya. Data menunjukkan, masyarakat Aborigin dan Torres Strait Islander masih berjuang menghadapi ketidakadilan di berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga tingginya angka penahanan. Sejarah kelam kejahatan bermotif rasial juga terus membayangi. Menteri Urusan Masyarakat Adat, Malarndirri McCarthy, bahkan menyebut percobaan pengeboman ini sebagai serangan terhadap kohesi sosial Australia secara keseluruhan, menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kebencian dan intimidasi di negara tersebut.

Pria yang didakwa akan tetap ditahan hingga penampilan di pengadilan berikutnya pada 17 Februari di Pengadilan Hakim Perth. Insiden ini diharapkan menjadi momentum bagi Australia untuk lebih serius lagi menanggulangi akar-akar kebencian dan melindungi hak-hak seluruh warganya untuk bersuara damai.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook