PBB GANDAKAN DANA DARURAT LEBANON CAPAI RP10 TRILIUN - Berita Dunia
← Kembali

PBB GANDAKAN DANA DARURAT LEBANON CAPAI RP10 TRILIUN

Foto Berita

Jakarta, Media Online – Krisis kemanusiaan di Lebanon semakin memprihatinkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui badan kemanusiaannya, OCHA, baru saja menggandakan permintaan dana bantuan menjadi hampir 640 juta dolar AS atau setara Rp10 triliun untuk enam bulan ke depan.

Awalnya, pada Maret lalu, PBB memperkirakan kebutuhan dana hanya sekitar 308 juta dolar AS. Namun, eskalasi perang dengan Israel yang terus meluas membuat situasi di lapangan jauh lebih buruk dari perkiraan. Dana sebesar 185 juta dolar yang sudah terkumpul dari seruan pertama ternyata tidak cukup.

Konflik yang dipicu oleh serangan balasan Israel ke kelompok Hizbullah ini telah menimbulkan korban jiwa yang besar. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat, sejak 2 Maret lalu, total korban tewas mencapai 3.526 orang dan lebih dari 10.733 lainnya luka-luka. Lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.

OCHA dalam pernyataannya menggambarkan kondisi yang 'parah dan memburuk'. Mereka menyebut warga kehabisan kemampuan bertahan hidup, sementara layanan esensial seperti listrik dan air bersih semakin terbatas. Akibat perang yang juga mempengaruhi pasokan energi global, harga bahan bakar dan listrik di Lebanon melonjak drastis.

Yang lebih mengkhawatirkan, sektor kesehatan ambruk. Sebanyak 62 rumah sakit rusak atau tutup, dan lebih dari 100 paramedis tewas dalam tugas. Dunia pendidikan juga lumpuh total; hampir 450 sekolah berubah menjadi tempat penampungan pengungsi, menyebabkan anak-anak putus sekolah.

Di tengah tekanan ini, Hizbullah menolak mentah-mentah gencatan senjata bersyarat yang disepakati perwakilan Lebanon dan Israel di Washington. Mereka mendesak gencatan senjata penuh dan penarikan total tentara Israel dari Lebanon.

Analisis Dampak: Penggandaan dana ini menunjukkan bahwa PBB mengakui skala krisis Lebanon sudah di luar kendali. Jika bantuan tidak segera mengalir, bukan tidak mungkin Lebanon akan mengalami keruntuhan total sistem negara, mulai dari kelaparan massal hingga wabah penyakit. Situasi ini juga menjadi sinyal bahwa tekanan ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah belum akan mereda dalam waktu dekat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook