Liga Champions Eropa kembali menyajikan drama yang tak terduga. Raksasa Spanyol, Real Madrid, tim yang sudah 15 kali menjuarai kompetisi ini, kini harus berjuang mati-matian di fase gugur. Mereka akan bertandang ke markas Benfica di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, pada leg pertama babak playoff Liga Champions, Selasa (17/2) pukul 21.00 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan sebuah pertarungan ulang yang penuh dendam dan gengsi. Ingat kembali drama pada 28 Januari lalu, di mana Benfica secara mengejutkan mengalahkan Real Madrid 4-2. Kekalahan itu begitu pahit bagi Los Blancos, sebab gol sundulan kiper Anatoliy Trubin di menit ke-98 menjadi penentu nasib, membuat mereka terlempar dari zona otomatis kualifikasi dan memaksa sang raja Eropa ini masuk ke babak playoff. Real Madrid bahkan harus bermain dengan sembilan pemain setelah Raul Asencio dan Rodrygo diusir wasit.
Situasi ini memicu kritik keras dari bintang Real Madrid, Kylian Mbappe. Ia terang-terangan menyebut timnya pantas berada di posisi sulit ini karena tidak konsisten dalam bermain. "Kami layak berada di situasi ini. Benfica bermain lebih baik. Sekarang kami harus menjalani dua pertandingan playoff lagi. Ini menyakitkan," ujar Mbappe kala itu, menegaskan bahwa tim sekelas juara tidak boleh tampil naik-turun.
Di sisi lain, laga ini juga jadi panggung personal bagi Jose Mourinho, pelatih karismatik Benfica yang dulunya pernah sukses menukangi Real Madrid. Melawan mantan klubnya yang sedang terluka tentu menjadi motivasi ekstra baginya untuk kembali memberikan kejutan.
Pertarungan ini bukan hanya soal lolos ke babak berikutnya, tapi juga tentang harga diri dan upaya Real Madrid mengembalikan kepercayaan diri. Bagi penggemar sepak bola, duel ini menjanjikan tontonan penuh emosi dan strategi, sekaligus menjadi cermin apakah sang juara Eropa sejati mampu bangkit dari keterpurukan atau justru akan semakin terjerembab dalam mimpi buruk.