MAGISTRAT TUNANETRA GAMBIA BUKTIKAN KEADILAN TAK BUTUH MATA - Berita Dunia
← Kembali

MAGISTRAT TUNANETRA GAMBIA BUKTIKAN KEADILAN TAK BUTUH MATA

Foto Berita

Di Banjul, Gambia, sosok Magistrate Muhammed Krubally (41) menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk menegakkan hukum. Sejak 2016, ia resmi menjadi hakim tunanetra pertama di negaranya, sebuah posisi yang ia jalani dengan penuh profesionalisme selama satu dekade terakhir.

Meski tidak bisa melihat, Krubally memimpin persidangan dengan mengandalkan pendengaran tajam dan teknologi asistif. Ia menggunakan perangkat lunak pembaca layar bernama JAWS untuk mengakses dokumen dan putusan, serta kacamata pintar berbasis AI untuk membantu tugasnya sehari-hari. Di ruang sidang, ia mendengarkan argumen lawyer, kesaksian saksi, dan arahan dari panitera untuk membangun pemahaman utuh tentang jalannya perkara.

Sepanjang kariernya, Krubally telah menangani lebih dari 1.000 perkara perdata dan pidana. Perjalanannya tidak mudah; ia sempat menghadapi diskriminasi dan keraguan selama menempuh pendidikan. Namun, tekadnya untuk menjadi 'suara bagi yang tak bersuara' justru semakin kuat. Kini, ia aktif mendorong sistem peradilan yang lebih inklusif di Gambia, sejalan dengan Undang-Undang Penyandang Disabilitas tahun 2021.

Analisis Dampak: Kisah Krubally memberikan representasi penting bagi penyandang disabilitas di seluruh dunia, khususnya di Afrika. Ini membuktikan bahwa dengan dukungan teknologi dan lingkungan kerja yang akomodatif, penyandang disabilitas dapat menduduki posisi strategis di sektor publik. Bagi masyarakat Gambia, kehadirannya di kursi hakim meningkatkan kepercayaan terhadap sistem hukum yang lebih adil dan setara.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook