AS VS IRAN KEMBALI BOM-BOMAN DI SELAT HORMUZ - Berita Dunia
← Kembali

AS VS IRAN KEMBALI BOM-BOMAN DI SELAT HORMUZ

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Akhir pekan lalu, kedua negara saling melancarkan serangan udara yang menargetkan instalasi militer di dekat Selat Hormuz, jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Komando Pusat AS (Centcom) mengaku melakukan 'serangan bela diri' pada Sabtu dan Minggu. Sasaran mereka adalah radar Iran serta pusat komando kendali drone di Goruk dan Pulau Qeshm. Serangan ini disebut sebagai respons atas aksi agresif Iran yang menembak jatuh drone MQ-1 milik AS di perairan internasional.

Tak tinggal diam, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membalas dengan menyerang pangkalan udara yang digunakan pasukan AS. Meski tak merinci lokasi pastinya, IRGC melalui kantor berita Fars mengancam respons mereka akan 'sangat berbeda' jika agresi AS terulang.

Kuwait ikut terseret. Militer negara itu mengatakan tengah menghadapi serangan rudal dan drone musuh dengan sistem pertahanan udaranya, tanpa menyebut siapa pelaku serangan. Pekan lalu, Iran memang menargetkan pangkalan udara di Kuwait sebagai balasan atas serangan AS sebelumnya.

Di tengah baku tembak ini, Presiden Donald Trump justru meminta 'suntingan' terhadap proposal kesepakatan damai yang tengah dirundingkan. CBS News melaporkan, draf kesepakatan terbaru mencakup gencatan senjata 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta kerangka negosiasi ulang program nuklir Iran. Namun, Iran menolak dan menyebut permintaan Trump sebagai 'spekulasi'.

Analisis Dampak: Selat Hormuz adalah urat nadi energi dunia. Sekitar seperlima minyak dan gas alam cair (LNG) global melewati jalur ini. Jika konflik semakin panas dan Selat Hormuz benar-benar lumpuh, harga bahan bakar di seluruh dunia—termasuk Indonesia—bisa meroket. Situasi ini juga membuat negara-negara Teluk seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab berada dalam posisi rentan, terjepit di antara dua kekuatan besar.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook